JAKARTA - Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengungkapkan bahwa harga daging di Aceh dan Papua masih tinggi dan sulit dikendalikan.
"Ada beberapa daerah yang harganya memang tinggi, seperti Aceh dan Papua," ujarnya saat melakukan kunjungan dan pembukaan perdana pasar murah daging di Kelurahan Bulak Timur Klender, Jakarta Timur, Selasa (7/9/2010).
Menurutnya, penyebab tingginya harga daging di Aceh dan Papua memang berbeda. Permasalahan distribusi dan pasokan masih mewarnai hal tersebut.
"Kalau Papua itu kan karena jauh, karena letak geografinya sulit untuk dijangkau maka kenaikan tersebut terkendala oleh faktor distribusinya. Kalau Aceh permintaan daging itu cukup tinggi," ujar Mendag.
Untuk masyarakat Aceh yang tingkat konsumsi dagingnya tinggi seharusnya dibutuhkan pasokan yang banyak. Pasokan tersebut masih terkendala, dengan banyaknya permintaan, pasokan terhadap daging di Aceh menurun. Hal inilah yang membuat harga daging di Aceh masih tinggi.
Sementara untuk harga daging di Papua, berdasarkan data Kementerian Perdagangan per 6 September kemarin masih pada kisaran tinggi sebesar Rp90 ribu per kilogram.
Sedangkan untuk Aceh, berada pada kisaran Rp80 ribu per kilogram. Harga ini sebenarnya untuk harga daging mengalami penurunan sebesar 30 persen dibanding bulan sebelumnya.(adn)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.