JAKARTA - Fenomena meningkatnya harga saham yang melonjak drastis dalam waktu singkat layaknya saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) diakui Wakil Presiden dan Analis PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere
adalah hal yang wajar.
"IMAS itu sahamnya awalnya tidak likuid karena Price Earning Ratio-nya (PER) sangat murah. Dan kemudian diangkat oleh investor. Itu wajar, karena mereka (investor) tidak melihatnya selama berbulan-bulan. Tiba-tiba mereka melihat bahwa sebenarnya murah sekali harga sahamnya," ujar Nico dalam bicang-bincangnya kepada wartawan di Jakarta belum lama ini.
Ia melanjutkan, lalu saat investor mulai menyadarinya, mereka kemudian membeli harga sahamnya secara besar-besaran. Hal inilah yang membuat harga saham IMAS naik hampir 1000 persen dari harga sebelumnya.
"Banyak saham seperti itu yang naik ratusan persen. PT Astra Otopart Tbk (AUTO) contohnya. Awalnya juga luput dari perhatian investor. Tapi ternyata PER-nya cuma 2-3 persen," lanjutnya.
Ia sendiri pun mengakui harga IMAS luput dari perhatiannya. Tetapi ia meyakini PER saham IMAS awalnya sangatlah murah. "I'm not sure karena saya tidak mencermati harga saham ini. Tapi saya yakin very-very, cheap," tambahnya.
Contoh lain saham yang luput dari perhatian investor lalu naik secara signifikan dalam waktu singkat adalah saham PT Mayora Indah (MYOR). " Itu contohnya juga, dulu murah sekali, sekarang naik ribuan persen. Ya memang wajar. Karena selain harga murah pertumbuhannya juga bagus, makanya PE-nya itu makin hari makin murah. Jadi suatu saat harus diangkat (harga-nya)."tukasnya.
Ia melanjutkan, tetapi tak lantas fenomena saham yang naik secara signifikan dalam waktu singkat merupakan hal yang wajar. Menurutnya ada yang wajar ada yang tidak. Ada beberapa saham emiten yang memang naik secara wajar dan ada pula yang tidak wajar.
"Ada yg wajar ada yang tidak. Tetapi untuk IMAS itu wajar karena fundamentalnya bagus. Sebab, saat ini pasar otomotif itu sedang bagus-bagusnya. Kita juga bisa lihat saham lainnya disektor yang sama sudah naik ratusan persen. Kita mesti lihat itu dalam konteksnya. Dan trennya itu terkadang tidak banyak analis yang meng-cover saham IMAS. Jadi hanya investor yang benar-benar lihai dan membaca semua laporan keuangan dari semua perusahaan yang dapat memprediksinya," pungkasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.