PACITAN - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengalokasikan dana sekitar Rp4 miliar untuk merevitalisasi pasar percontohan Minulyo, Pacitan. Dana itu nantinya akan digunakan untuk membangun area kuliner dan pengerasan tapak pasar.
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, alasan dipilihnya pasar Minulyo sebagai pasar percontohan antara lain adalah karena berada di tengah kota, dibuka setiap hari, terdapat lebih dari 1.000 pedagang yang terlibat, dan juga komitmen yang luar biasa dari pemerintah daerah (Pemda) Pacitan.
Menurut Mari, pada saat ini, pengembangan pasar Minulyo sudah masuk tahap ketiga, dan ditargetkan akan selesai pada November tahun ini.
Sejak 2006, menurut Mari, Kemendag sudah merevitalisasi pasar-pasar tradisional hampir di seluruh Indonesia. Keberadaan pasar, kata Mari, memiliki banyak makna bagi rakyat, yakni sebagai tempat jual beli serta menggerakan roda perekonomian daerah.
“Di setiap daerah ada hal unik di pasar masing-masing. Jika pasar dikelola dengan baik, bisa menghasilkan pendapatan bagi daerah. Itu kunci utamanya,” kata Mari di Pacitan, akhir pekan ini.
Revitalisasi pasar, kata Mari, harus dilakukan secara komprehensif. Artinya, dimulai dari tata kelola fisik di dalam pasar. Pasar percontohan yang baik, ujar Mari, harus bersih, ramah lingkungan, serta higienis.
“Area kuliner nantinya akan memberikan tempat bagi pedagang kreatif lapangan (PKL). Jadi nanti bagaimana kita bisa kelola PKL, karena mereka kreatif sehingga bisa menarik orang dari luar Pacitan datang ke pasar Minulyo,” jelas Mari.
Selain memberikan bantuan dari segi financial, Mari menjelaskan, Kemendag juga memberikan pendampingan perencanaan kedepan serta memberdayakan para pedagang.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Gunaryo menjelaskan, dalam merevitalisasi semua pasar percontohan, Kemendag harus mengenali betul apa saja kebutuhan serta karakter dari masing-masing pasar.
“Supaya roh dari pasar harus tumbuh. Jangan disamakan pasar Minulyo dengan pasar Bumi Serpong Damai (BSD), Jakarta. Sehingga kita ajak LSM dan perguruan tinggi terkait,” kata Gunaryo.
Menurut Gunaryo, alokasi dana juga berbeda-beda bagi setiap daerah. Hal itu, kata dia, dengan melihat seperti apa kondisi dari masing-masing pasar.
“Ini Rp4 miliar. Di Samosir Rp12 miliar. Rp10 miliar di Bengkulu. Pemilihan wilayah berdasarkan komitmen Bupati atau Walikota. Di Jawa Tengah itu Gubernurnya sendiri yang menjamin kepada saya. Dia berkomitmen. Rencana revitalisasi pasar percontohan ini sudah kami kaji selama setahun kemarin,” jelas Gunaryo.
Gunaryo berharap, dalam waktu selama tiga tahun, pasar percontohan di setiap daerah bisa mengalami peningkatan, yakni dari sisi secara ekonomi, pengelolaan, dan ketertiban. “Selalu kita update terus,” ucapnya.
Terkait masalah pembiayan, Gunaryo berharap, pihak perbankan bisa membantu revitalisasi pasar percontohan di daerah.
“Perbankan concern dalam akses pembiayaan pasar. Kita ajak bank BNI untuk berkontribusi. BNI punya Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Pendampingan ke pengelolaan bisa dilakukan secara maksimal kalau ada dukungan perbankan,” imbuh Gunaryo.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.