JAKARTA - PT Bank Mega Tbk (MEGA) mengaku telah menonaktifkan pemimpin KCP Jababeka Itman Harry. Hal itu dilakukan bank itu untuk memudahkan pemeriksaan terkait pembobolan deposito PT Elnusa Tbk (ELSA).
"Perseroan menonaktifkan sementara pemimpin KCP Jababeka untuk memudahkan pemeriksaan," jelas Corporate Secretary MEGA Gatot Aris Munandar dalam keterangan tertulisnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (9/5/2011).
Selain itu, dia juga menuturkan telah melakukan audit intern untuk memastikan prosedur yang dilakukan dalam pencairan yang dia klaim sebagai deposite on call telah sesuai dengan standard operating procedure (SOP).
Sampai saat ini, dia mengaku belum melakukan pencadangan apapun terkait dengan kasus ini. "Sehubungan dengan adanya kasus ini, belum ada dampak terhadap kinerja keuangan dan operasional perseroan," tukasnya.
Sebelumnya, Elnusa menuturkan adanya prosedur mengenai pencairan dana dengan cara yang tidak sesuai dengan prosedur perbankan yang berlaku.
Dalam permasalahan ini ELSA mempertanyakan keamanan penyimpanan dana di Bank Mega. Hal ini terkait dengan kasus pembobolan dana perseroan sebesar Rp111 miliar di Bank Mega di KCP Bekasi-Jababeka.
Sehingga seharusnya dana deposito yang masih tersisa dan belum dicairkan berjumlah Rp111 miliar. Kemudian Selain pencairan dana pada 5 Maret 2010 sebesar Rp50 miliar tersebut, ELSA tidak pernah mencairkan lagi dana deposito yang tersisa sebesar Rp111 miliar di Bank Mega KCP Bekasi-Jababeka di Cikarang.
Menurutnya, jika terjadi pencairan dana penempatan deposito ELSA pada Bank Mega KCP Bekasi-Jababeka di Cikarang pada periode sejak September 2009 sampai Juli 2010 sebesar Rp111 miliar, maka hal tersebut sama sekali tidak diketahui oleh ELSA.
Perseroan pun ingin melakukan upaya memperoleh haknya sebagai nasabah PT Bank Mega Tbk (MEGA) terkait dengan penempatan dana senilai Rp111 miliar di Bank Mega KCP Bekasi-Jababeka, Cikarang dalam bentuk Deposito Berjangka/Time Deposit dan bukan Deposite on Call (DOC).
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.