Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Syngenta Tingkatkan Investasi ke Negara Berkembang

Sudarsono , Jurnalis-Sabtu, 11 Juni 2011 |11:59 WIB
Syngenta Tingkatkan Investasi ke Negara Berkembang
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - PT Syngenta, perusahaan multinasional asal Swiss yang bergerak di bidang perlindungan tanaman dan perbenihan berkomitmen, akan meningkatkan nilai investasinya di negara berkembang. Kebijakan ini ditempuh seiring terjadinya perubahan iklim yang berpengaruh pada sektor pertanian.

Direktur PT Syngenta Wilayah Asean Chris Allen mengatakan, lima tahun yang lalu dari total investasi yang ditanamkan perseroan, hanya 30 persen ke negara berkembang.

“Ke depan akan ditingkatkan menjadi 50 persen,” ungkapnya saat ditemui di Jakarta Sabtu (10/6/2011).

Menurut Chris, total dana yang diinvestasikan perseroan pada lima tahun terakhir mencapai USD800juta. Dari total investasi tersebut, Swiss dan Inggris mendapat porsi terbesar.

“Sementara yang ke negara-negara berkembang, tak sebesar di kedua negara tersebut,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk pengembangan benih jagung diprioritaskan di Indonesia dan Thailand. Sedangkan untuk pengembangan produk bioteknologi dilakukan di Inggris dan China. Untuk padi, dikonsentrasikan di Vietnam, India dan Indonesia. “Sementara itu untuk mengembangkan buah-buahan hibrida diprioritaskan di Thailand, India dan Filipina,” tuturnya.

Lebih lanjut Chris menjelaskan, pertanian sangat rentan terhadap perubahan iklim dan cuaca yang mana hal itu menjadi tantangan petani di Indonesia maupun negara lain dalam meningkatkan produksi.

“Melalui penelitian dan pengembangan yang intensif, kami telah mengembangkan solusi yang diharapkan mampu membantu petani dalam melakukan adaptasi dalam menghadapi perubahan pola pertanian,” katanya.

Karena itu,pada Rabu (8/6/2011) yang lalu, digelar Expose Syngenta 2011 yang dilaksanakan di Cikampek.

“Kegiatan ini merupakan program sosialisasi teknologi pertanian yang melibatkan dua ribu petani dari berbagai wilayah Indonesia seperti Jabar, Jateng, Jatim, Bali, Sumut, Sumsel, Lampung, Sulawesi, Kalimantan dan NTT,” pungkasnya. (nia)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement