Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Rupiah Tidak Akan Lebih dari Rp9.200 per USD"

Gina Nur Maftuhah , Jurnalis-Rabu, 30 November 2011 |08:37 WIB
Ilustrasi. Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA- Volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini masih tinggi. Meskipun begitu, nilai tukar rupiah diyakini tidak akan lebih rendah dari Rp9.200 per USD.

"Saya pikir tidak akan lebih dari Rp9.200 per USD sampai akhir tahun. Kalau sudah lebih dari itu BI (Bank Indonesia) pasti akan campur tangan terus di pasar valas," ujar pengamat ekonomi Ryan Kiryanto di Jakarta, Kamis (30/11/2011).

Sementara itu, pada 2012, menurut ekonom BNI ini, nilai tukar rupiah akan lebih stabil daripada di tahun ini. "Tahun depan bisa lebih stabil, Rp8.800-Rp8.900 per USD," lanjutnya.

Selain itu, dalam menghadapi krisis global yang kemungkinan menghantam tahun depan, Ryan menyarankan pemerintah lebih sering menyerap anggaran untuk menggantikan permintaan ekspor yang cenderung melambat.

"Saya juga menyarankan pemerintah untuk memperpanjang surat-surat utang negara yang jatuh tempo tahun depan, itu bisa jadi salah satu cara yang efektif," tambahnya.

Sebelumnnya, Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Perry Warjio mengatakan gejolak yang terjadi di rupiah tidak terlalu besar. Rupiah, menurutnya bahkan melemah paling sedikit dibandingkan Ringgit Malasyia dan dolar Singapura.

Meski demikian, Perry menyatakan bahwa  Bank Sentral masih akan tetap memantau rupiah agar jangan sampai terkoreksi terlalu dalam dengan intervensi ke pasar valas. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement