JAKARTA - Pergerakan rupiah terhadap dolar diprediksi masih bisa berada di level Rp9.200 per USD, setelah pada penutupan perdagangan sore kemarin ditutup melemah di level tersebut.
"Rupiah pada pembukaan perdagangan diprediksi dikisaran Rp9.150-Rp9.250 per USD. Pergerakan memang cukup volatile," ungkap Treasury Analyst Telkom Sigma Rahadyo Anggoro, saat dihubungi okezone, Selasa (29/11/2011).
Dia menuturkan, pelemahan rupiah yang terjadi pada penutupan sore kemarin didasari keringnya likuiditas valas di Indonesia khususnya untuk permintaan USD.
"Di Indonesia, permintaan akan USD lebih banyak. Hal itu merupakan dampak dari krisis Eropa," imbuhnya.
Selain dipengaruhi oleh faktor tersebut, perlu juga diperhatikan kondisi perekonomian Jepang. Dia mengatakan, Jepang merupakan tujuan ekspor Indonesia setelah China.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), per September 2011, nilai ekspor China tercatat USD14,9 miliar, Jepang USD13,63 miliar, dan Amerika Serikat (AS) USD11,18 miliar.
"Nah ketika Jepang kondisi ekonominya buruk, maka menyebabkan inflasi di sana tinggi. Hal ini juga mempengaruhi sentimen negatif di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan pula, utang-utang Indonesia banyak yang berhubungan dengan Jepang," akunya.
Saat ini, rasio utang Jepang terhadap Growth Domestic Product (GDP) sebesar 200 persen. Angka tersebut menurutnya lebih tinggi dibanding negara yang mengalami krisis di Eropa seperti Yunani yang tercatat 160 persen, dan Italia 119 persen.
Selanjutnya, sampai dengan akhir tahun, dia memprediksi jika rupiah bisa berada di level Rp9.000 per USD. Namun hal tersebut jika semua kondisi sesuai rencana.
"Hingga akhir tahun, jika semuanya sesuai rencana, seperti investment grade tercapai dan pertumbuhan ekonomi baik, maka kisarannya berada di level Rp9.000 per USD. Itu sudah cukup bagus," tandasnya.
Sebagai informasi, mengutip yahoofinance, pada penutupan perdagangan kemarin sore rupiah diperdagangkan di Rp9.228 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp9.135-Rp9.165 per USD. Sedangkan menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah berada pada kisaran Rp9.100 per USD, dengan kisaran perdagangan Rp9.054-Rp9.146 per USD.