Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Terlibas Penguatan Dolar

Widi Agustian , Jurnalis-Rabu, 30 November 2011 |16:01 WIB
Rupiah Terlibas Penguatan Dolar
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terpantau melemah tertekan penguatan dolar. Tak hanya rupiah, sejumlah mata uang utama dunia pun juga melemah.

Rupiah menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rabu (30/11/2011) melemah tipis ke Rp9.170 per USD dibandingkan periode perdagangan hari sebelumnya yang parkir di Rp9.165 per USD.

Menurut yahoofinance, rupiah ada di level Rp9.120 dengan kisaran perdagangan harian di Rp9.130-Rp9.195. Nilai dolar tampak menguat atas mata uang utama dunia lainnya. Atas euro, dolar menguat ke USD1,3279 per euro, yen melemah ke 77,9935 yen per dolar AS, dan pound melemah ke USD1,5553 per pound.

Menjelang akhir tahun, permintaan valuta asing (valas) meningkat, sedangkan di saat yang sama ada tendensi ketatnya likuiditas valas akibat kekhawatiran memburuknya krisis keuangan Uni Eropa yang bisa menjalar ke Asia.

Permintaan tersebut tampaknya bersumber dari pembayaran utang luar negeri dari pemerintah dan swasta, sementara pembalikan arus modal relatif tidak terjadi. Kepemilikan asing di SUN ada penurunan sangat tipis pada November (per 25 November) ini, hanya Rp0,36 triliun. Sedangkan kepemilikan asing di saham justru mencatat neto beli sebesar USD295 juta.

Ketatnya likuiditas valas terlihat dari posisi devisa neto yang hanya mencapai 2,7 persen dari modal, jauh di bawah batas 20 persen modal. Sementara likuiditas rupiah masih sangat longgar.

Di sisi lain, kebijakan baru dalam EFSF membuat sentimen positif pasar menteri keuangan Uni Eropa (UE) yang bertemu di Brussels, Belgia kemarin menyetujui memberikan tambahan fasilitas dalam kerangka European Financial Stability Facility’s (EFSF) dengan menciptakan sertifikat yang menjamin sampai 30 persen dari nilai penerbitan obligasi baru yang dikeluarkan oleh negara di kawasan Uni Eropa.

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement