Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wortel Impor Kurang Disukai Masyarakat

Gina Nur Maftuhah , Jurnalis-Senin, 26 Desember 2011 |17:03 WIB
Wortel Impor Kurang Disukai Masyarakat
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Meskipun negara agraris, Indonesia tetap tidak bisa lepas dari jeratan impor terhadap kebutuhan sayur-mayur untuk kebutuhan dalam negeri. Salah satunya wortel. Meskipun begitu, ternyata wortel impor ini kurang mendapat antusias dari masyarakat ketimbang wortel lokal.

"Wortel ada impor yang dari Australia, itu yang bentuknya lebih pendek dan gedut-gendut," ujar seorang pedagang sayuran di Pasar Senen, Casmuri ketika berbincang dengan okezone, Senin (26/12/2011)

Menurut Casmuri, di pasaran memang kini banyak beredar sayuran impor, seperti bawang merah dan putih, juga beberapa jenis sayuran dan buah-buahan lain. Meskipun begitu, masyarakat ternyata enggan memilih wortel-wortel impor tersebut.

"Wortel impor itu kurang peminatnya di sini, masyarakat enggak suka. Katanya juga kurang enak kalau buat sayur sop dan di jus. Wortel Australia enggak manis," tambah dia.

Selain rasa wortel yang kurang manis, harga wortel impor pun relatif lebih mahal dibandingkan dengan harga wortel lokal yang kebanyakan dipasok dari Cipanas dan Bandung.

"Sekarang wortel impor dijual Rp10 ribu per kilogram, kalau wortel lokal hanya Rp6 ribu per kilogram," tandasnya.

Sebagai informasi, menurut data Kementerian Pertanian, kebutuhan wortel nasional sebanyak 20 ribu ton per tahun harus dipenuhi dari impor. Hal ini dikarenakan produksi wortel nasional hanya sekira 400 ribu ton dari kebutuhan sekitar 420-450 ribu ton per tahunnya. Meskipun begitu, total impor sayuran di Indonesia diklaim hanya sekira tujuh persen dari total kebutuhan sayuran nasional. (nia)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement