JAKARTA - Di tahun 2012 mendatang, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan terus bergejolak. Meskipun begitu, nilai tukar rupiah masih bergerak di level Rp9.100 per USD karena Bank Indonesia (BI) selalu intervensi di pasar.
"Rupiah akan bergerak antara Rp8.900-9.100 per USD. Mungkin saja lebih volatil, tapi BI akan terus jaga sehingga nilai tukarnya tidak merosot," ungkap Ekonom Centre for Information and Studies (Cides) Umar Juoro kepada okezone, Rabu (29/12/2011).
Hal inilah yang menurut Umar, membuat cadangan devisa Indonesia akan tergerus meskipun di lain pihak, pihaknya juga yakin Penanaman Modal Asing (PMA) akan terus naik seiring diraihnya investment grade. "Cadangan devisa banyak dipakai ke sana, prediksi cadangan devisa tahun depan sekira USD130 miliar," lanjut dia.
Dengan prediksi pertumbuhan ekonomi tahun depan mencapai 6,2 persen dan investasi tumbuh 8,6 persen, pemerintah dan BI juga disarankan untuk mulai mengkaji capital control. Sistem ini memungkinkan investor yang masuk di pasar keuangan khususnya harus menahan modalnya selama beberapa waktu sehingga tidak terlalu bebas. Dana dari investor pun bisa digunakan di sektor riil yang lebih produktif.
"Capital control tidak negatif, ini upaya stabilisasi, dan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand pun sudah melakukannya," tandasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.