JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di hari terakhir perdagangan 2011 diprediksi akan menguat meskipun terbatas.
"Pergerakan rupiah kemarin ditutup menguat tipis meskipun pergerakan saham regional menurun, tetapi IHSG naik. Rupiah besok juga saya perkirakan akan memiliki kecenderungan menguat," ujar Analis Valas Yohannes Ginting ketika dihubungi okezone, Jumat (30/12/2011).
Menurut Yohannes, BI kemungkinan masih akan terus ada di pasar sampai perdagangan terakhir. Bank Sentral juga masih dimungkinkan untuk melakukan window dressing untuk mempercantik rupiah di akhir tahun.
"Pergerakan rupiah besok di angka Rp9.040-Rp9.080 per USD. Ini karena saya pikir rupiah enggak akan bergerak, meskipun masih ada transaksi walau kecil," lanjut dia.
Meskipun begitu, pengaruh pasar global seperti penguatan Euro dan penyelamatan langkah bank sentral Eropa terkait kesulitan keuangan yang mereka alami.
Rupiah menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) hari ini berada di posisi Rp9.160 per USD, menguat tipis dibandingkan periode perdagangan sebelumnya yang sebesar Rp9.165 per USD.
Sementara menurut yahoofinance, rupiah ada di Rp9.115 per USD dengan kisaran perdagangan di Rp9.070-Rp9.160 per USD. Sementara euro melemah ke USD1,2922 per euro, tapi yen menguat ke 77,714 per USD.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.