JAKARTA - Pemerintah menargetkan, verifikasi rencana pembangunan sentra-sentra industri hilir rotan di Indonesia bisa dirampungkan sebelum Februari 2012.
Sebelumnya, eselon I Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Kehutanan (Kemenhut), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama pemerintah daerah akan menyusun serta menyepakati proposal kebutuhan industri dan serapan bahan baku rotan.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, setelah proposal disepakati, pihaknya bersama Menteri Perdagangan, Menteri Kehutanan, dan Menteri Dalam Negeri akan melakukan kunjungan ke pusat-pusat bahan baku rotan di sejumlah daerah.
Menurutnya, tahun ini dijadwalkan untuk menyelesaikan sejumlah rescue program untuk pengembangan industri pengolahan rotan nasional. Kemudian, tahun 2013-2014 akan difokuskan untuk melakukan recovery. Sehingga, pertumbuhan industri rotan yang berkelanjutan akan mulai terjadi di 2015 mendatang.
Selain itu, kata dia, pemerintah juga akan menggencarkan kampanye penggunaan rotan di instansi pemerintah dan gedung sekolah.
“Intinya, upaya pembangunan industri harus dimulai dari 2012. Dengan demikian, kita bisa menikmati nilai tambahnya di dalam negeri, termasuk memacu ekspor nasional. Dan, pengembangan industri hilir dipacu ke luar Jawa,” jelas Hidayat di Jakarta, Senin (9/1/2011).
Untuk itu, lanjutnya, sangat dibutuhkan peran transmigrasi guna mendatangkan tenaga ahli rotan.
Terkait serapan bahan baku, kata dia, akan diberlakuan sistem resi gudang. Jadi, ketika produksi petani tidak bisa terserap maksimal, maka akan dimasukkan ke gudang dan petani mendapat pembayaran sekira 70 persen dari total nilai barang.
"85 persen pasokan rotan dunia berasal dari hutan Indonesia. Karena itu, sektor ini harus jadi champion," ucapnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.