Pemerintah Ajak Investor Jepang Bangun Smelter

Sandra Karina, Jurnalis · Senin 09 April 2012 18:04 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 09 19 608293 prMcw7pbUP.jpg Ilustrasi. (Foto: Corbis)

JAKARTA - Mitsui dan investor asal Jepang ditawarkan untuk berinvestasi di sektor pembangunan smelter di Indonesia. Investasi pembangunan smelter, akan mendukung tercapainya upaya penghentian ekspor barang mentah tambang di 2014.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, dia telah meminta perusahaan tersebut untuk mulai membangun smelter barang tambang karena adanya larangan ekspor bahan mentah.

"Dan saya menyatakan bahwa kalau tidak dimulai tahun ini, smelter itu tidak akan di selesai 2014. Padahal pada 2014 akhir kita sudah melarang," kata Hidayat usai bertemu direksi Mitsui di Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Senin (9/4/2012).

Hal ini, menyebabkan Mitsui tidak dapat hanya investasi di sektor yang diminatinya yakni energi. "Yang mereka minati di energi. Power plant kan mereka bikin di Paiton, Jawa Tengah. Sekarang mau ikut tender di Sumatera Selatan," ucapnya.

Untuk itu, Hidayat mengatakan, pihaknya akan mencoba untuk memberikan berbagai kemudahan yang bisa menarik investasi tersebut.

"Saya akan mencoba memberikan kemudahan, mungkin tax allowance, dan menyiapkan bahan baku mineral itu. Yang tidak bisa diekspor itu nanti akan diproses di perusahaan investasi dia, tapi dia nanti membantu kita prosesnya di Indonesia agar value added nya atau nilai tambahnya didapat Indonesia," paparnya.

Menurut Hidayat, selama puluhan tahun ekspor mineral mendominasi ekspor Indonesia, terutama batubara, tembaga, dan nikel. Namun, di akhir tahun ini hal tersebut tidak lagi dapat dilakukan.

"Karena itu akan membuat negara lain yang industrinya jadi maju. Saya sekarang mengundang investor terutama Jepang masuk ke Indonesia. Saya jamin bahan bakunya sehingga investasinya dilakukan di Indonesia, bukan di negaranya," ungkapnya.

Lebih jauh Hidayat mengatakan, Mistui sangat mengerti bahwa larang ekspor harus dilakukan meski banyak pelaku usaha yang selama ini dengan mudah mengekspor bahan mentah, menolak atau enggan menerima kebijakan pemerintah.

"Saya akan berbicara dengan Mitsui kantor pusat dan bicara dengan investor Jepang lainnya agar kita sama-sama menyusun business plan," tandasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini