MMI Undang RI Ikuti Pameran Tambang & Infrastruktur

Amir Sarifudin , Jurnalis · Kamis 12 April 2012 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 12 19 610623 KJsmBQwnix.jpg Ilustrasi. (Foto: Corbis)

BALIKPAPAN - Messe Munchen Internasional (MMI) selaku penyelenggara pameran peralatan dan teknologi tambang, dan kontruksi  serta teknologi lingkungan tingkat dunia, menjadikan Indonesia sebagai negara patner dalam pameran MMI di Munich pada 2013 mendatang.

Pada dua tahun silam, pameran Internasional MMI diselenggaran di India dengan melibatkan lebih dari 60 negara dan 3.500 peserta pameran dan dikunjungi lebih dari 500 ribu orang.

“Peluang untuk lebih memperkenalkan investasi di bidang mining dan infrastruktur. Tidak mudah menjadi negara patner untuk penyelenggaran pameran dunia di Munich 15-21 April 2013 mendatang,” ujar Managing Directing Messe Munchen Internasional (MMI)  Kawasan Asia Ronald Unterburger saat keterangan pers di Balikpapan, Kamis (12/4/2012).

Pada enam tahun sebelumnya negara China ditunjuk sebagai negara patner dalam penyelenggaraan pameran dunia alat berat, kontruksi dan teknologi lingkungan. Penunjukan mereka oleh MMI kata Ronald tidak lepas dari tingkat pertumbuhan dan perkembangan pembangunan infrastruktur di negara yang bersangkutan termasuk Indonesia.

Ronald menjelaskan, rencanan penyelenggara kegiatan conBuild Mining Indonesia pada Mei 2 hingga 5 Mendatang di Kemayoran Expo. Pada kesempatan itu, dia mengajak perusahaan pertambangan, kontruksi dan indsutri di Kalimantan Timur untuk berpartisipasi aktif dalam ajang pameran ConBuild Mining Indonesia 2012.

“Acara ini merupakan platform penting untuk bidang kontruksi, bangunan dan pertambangan. Selain itu acara ini juga sebagai katalis untuk berbagai proyek investasi baik sector publik maupun swasta,” ujar Ronald Unterburger didampingi  Direktur Eksekutif Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO) Kaltim Susanto Yoseph.

ConBuild Maning Indonesia merupakan tempat pemimpin industri, perusahaan manufaktur dan distributor. Pada kali ini negara China, Jerman, Korsel dan singapura telah menyatakan ketersediannya untuk ikut bergbung dalma pameran itu. Juga termasuk Belgia, Italia, Jepang dan Turki sebagai ekshibitor, diperkirakan akan ada 200 ekshibitor dan lebih 19 negara terlibat.

Jerman, kata Ronald juga akan memamerkan teknologi, peralatan dan layanan tingkat tinggi yang paling mutahir  bagi pemain industri kontruksi di Indonesia. Termasuk keterlibatan asosiasi teknik jerman dan asosiasi industri  pameran niaga Jerman.

Sementara Susanto Yoseph mengatakan dengan adanya pameran ini membuat perusahaan pertambangan dapat memiliki pilihan terbaik dalam penggunaan perangkat alat dan tekonologinya. “Ajang ini dapat menjadikan kita sebagai perusahaan bisa lebih memiliki pilihan yang terbaik dalam hal menunjang operasional perusahaan terhadap penggunaan alat produksi,” katanya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini