Investasi Jasa Tambang Diproyeksi Tembus Rp12 Triliun

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 14 Juni 2013 10:12 WIB
https: img.okezone.com content 2013 06 14 19 821793 KxIdmNm6oa.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo) bertekad meningkatkan profesionalisme terutama dalam hal kompetensi, kualifikasi, dan pemanfaatan komponen lokal demi kontribusi nilai tambah yang lebih besar.

Tekad tersebut dipacu pula oleh optimisme investasi sektor usaha jasa pertambangan yang bakal menembus Rp10 triliun-Rp12 triliun tahun ini. Hal ini menandakan konsistensi sektor usaha jasa pertambangan dalam memberikan kontribusi dan nilai tambah bagi kemajuan ekonomi nasional.

"Tentu saja hal ini akan berdampak besar pada peningkatan nilai tambah usaha jasa pertambangan dalam tahun ke depan," ujar Ketua Umum Aspindo Tjahyono Imawan dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (14/6/2013).

Tjahyono mengungkapkan, investasi sektor jasa usaha pertambangan terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat, pada 2011 sekira Rp12 triliun dibandingkan pada 2010 sekira Rp9,7 triliun. Hingga triwulan ketiga tahun lalu, investasi itu mencapai Rp10 triliun.

Sementara itu, nilai pajak usaha jasa pertambangan pada 2011 tercatat Rp2,1 triliun, dan tahun lalu lebih dari Rp2,3 triliun. Di samping itu, nilai pembelanjaan nasional dan lokal usaha jasa pertambangan pada 2011 tercatat Rp9,8 triliun, dan naik menjadi lebih dari Rp14 triliun pada tahun lalu.

"Kami sudah memperkenalkan beberapa produk lokal komponen material tambang. Nilai tambah komponen lokal ini akan makin bertambah apabila perusahaan jasa usaha pertambangan mampu memproduksi sendiri komponen lokal dan membatasi belanja impor," kata dia.

Tjahyono menambahkan, dengan sertifikasi kualifikasi usaha jasa pertambangan. Sertifikasi tersebut diharapkan mampu menjawab peningkatan profesionalisme sehingga sektor usaha jasa pertambangan mampu menjawab tuntutan pertambangan nasional saat ini yakni lebih banyak memberikan manfaat bagi kepentingan nasional dan menjadi perusahaan yang berkomitmen dalam hal good mining practice.

"Profesionalisme sektor usaha jasa pertambangan itu juga membutuhkan kontrol yang ketat terkait implementasi regulasi dari pemerintah. Hal ini memberikan jaminan keberusahaan dan terciptanya iklim investasi pertambangan yang baik. Jika tidak, sektor pertambangan akan terus diganggu dan usaha jasa pertambangan tidak dapat berkembang," ucap dia.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini