JAKARTA - PT Ristia Bintang Mahkota Sejati Tbk (RBMS) merupakan pengembang properti yang memilih mengembangkan lahan kecil dibandingkan lahan dengan luas puluhan hingga ratusan hektare (ha).
Menurut Komisaris Utama RBMS Richard Wiriahardja, perseroannya telah membangun sejumlah proyek perumahan di lahan yang tergolong kecil. Seperti perumahan Bintang Metropole di Bekasi, Mahkota Simpruk di Ciputat, dan beberapa perumahan di daerah Daan Mogot-Tangerang.
"Kami kekuatannya selama ini adalah mengembangkan lahan kecil. Karena dengan lahan yang kecil, tidak rugi karena ada lahan yang kosong dan tidak terkena gangguan-gangguan eksternal, seperti akses keluar masuk masyarakat," kata Richard saat pemaparan publik perseroan, di Jakarta, Jumat (25/5/2012).
Dia menambahkan, meski tergolong proyek kecil, pembangunan perumahan lain di sekitarnya membuat harga perumahan miliknya meningkat.
"Seperti untuk perumahan Bintang Metropole Bekasi sekarang harganya meningkat dengan adanya Serpong Bekasi, yang berada pas di mulut perumahan kami. Harga tanahnya saat ini sudah menjadi Rp1,9 juta per meter," jelasnya.
Meski begitu, Richard mengaku perseroannya tidak selalu mendapatkan untung. Pada kuartal pertama 2012 yang berakhir 31 Maret 2012, laba usaha perusahaan ‘hanya’ Rp450 juta, sementara kerugian yang dialami cukup besar senilai Rp780 juta.
"Namun tahun depan kami berusaha mencapai target laba bersih sepenuhnya, tentunya dengan meningkatkan kinerja perusahaan. Penjualan dari perumahan pun target naik 20 persen. Untuk proyek yang sudah berdiri saat ini (existing) penjualannya mencapai kurang lebih Rp40 miliar-Rp50 miliar, total seluruhnya," pungkas Richard.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.