Share

"Bundaran HI Kedua" Ide Bagus, Tapi Bukan Prioritas

Nur Januarita Benu, Okezone · Kamis 01 November 2012 08:04 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 31 471 711880 J6jafauHsf.jpg Bunderan HI, Jakarta (foto: property report)

JAKARTA - Wacana proyek "Bundaran HI Kedua" yang rencananya akan dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Jalan Dr Satrio dinilai sebagai ide bagus, sebab akan mengurai kemacetan.

Namun, menurut Direktur Pembinaan Penataan Ruang Wilayah II, Bahal Edison Naiborhu, proyek ini bukanlah prioritas. Sebab, masih banyak masalah DKI Jakarta lain yang harus diutamakan.

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

"Proyek ini ide bagus, tapi bingung juga dengan prioritas pemerintah DKI itu apa. Mau ngurusin transportasi publiknya dulu, atau kawasan kumuh, atau macetnya," katanya kepada Okezone di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Menurutnya, bundaran yang akan dibangun harus memiliki diameter yang besar dan sesuai dengan volume kendaraan yang lalu lalang di sekitarnya.

"Jangan sampai dengan adanya bundaran malah tambah macet. Misalnya di Surabaya, atau di Simpang Lima, Semarang ada bunderan kecil di sana, tapi jadinya malah lebih macet dibanding sebelumnya," beber dia.

Fungsi bundaran, lanjutnya, untuk mengurangi lampu lalu lintas di jalanan dan mengurangi kemacetan. Namun, pada kenyataannya, seperti di Bundaran Hotel Indonesia saat ini terdapat beberapa titik lampu lalu lintas.

"Karena itu, luas bundarannya itu harus ideal dan sesaui dengan arus lalu lintas, serta lajur jalan yang ada di sekitarnya," imbuh Bahal.

Proyek "Bundaran HI Kedua" yang akan dibangun di Jalan Dr Satrio dengan area yang dipersiapkan seluas 1-2 hektare.

Kabarnya, posisi bundaran baru ini akan terletak di sebelah barat Ciputra World yang sedang dikembangkan PT Ciputra Property Tbk (CTRP) atau lebih tepatnya mengarah ke Jalan Jenderal Sudirman. Bundaran ini juga akan dilewati oleh jalan layang non tol yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

(NJB)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini