Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ongkos Plesiran Komisi VII ke Brasil & AS Capai Rp2,8 Miliar

Tegar Arief Fadly , Jurnalis-Rabu, 12 Desember 2012 |18:19 WIB
Ongkos <i>Plesiran</i> Komisi VII ke Brasil & AS Capai Rp2,8 Miliar
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Agenda kunjungan kerja (kunker) anggota Komisi VII DPR ke Amerika dan Brasil diperkirakan akan menelan anggaran negara sebesar Rp2.895.408.000. Hal ini diungkapkan oleh Kordinator investigasi dan advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Ucok Sky Khadafi.

Menurut Uchok, kunker anggota dewan ke Brasil akan menghabiskan anggaran sebesar Rp1.919.682.000. Di mana, untuk anggota DPR sebanyak 13 orang akan menghambur-hambur anggaran sebesar Rp1.780.956.000 selama tujuh hari di sana. Selanjutnya, untuk dua orang staf, akan menelan anggaran sebesar Rp138.726.000.

"Alokasi anggaran ke Brasil, banyak dihabiskan untuk ongkos pesawat saja. Pesawat dengan kelas eksekutif sebanyak Rp1.400.022.000 untuk 13 anggota DPR atau per orang, ongkos sebanyak USD11.966. Sedangkan untuk dua staf, hanya menghabiskan Rp107.460.000, atau sebanyak USD5.970 per orang," kata Uchok kepada wartawan di Jakarta, Rabu (12/12/2012).

Kemudian, untuk empat orang staf dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menghabiskan anggaran sebesar Rp277.452.000. Dan alokasi anggaran LAPAN ini di luar alokasi anggaran DPR ke Brasil sebesar Rp1,9 miliar ini.

Sementara itu, untuk kunker ke Amerika atau akan menghabiskan anggaran sebesar Rp975.726.000 untuk tujuh orang DPR selama tujuh hari. "Untuk anggota DPR saja, ongkos pesawat dengan tempat duduk, orang-orang kaya dihargai sebesar USD11.463 per orang atau total sebesar Rp722.169.000," papar Uchok.

Menanggapi besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk kunker tersebut, menurut Uchok hal itu membuktikan jika pemerintah sama sekali tidak mempedulikan kepentingan negara, terutama kesejahteraan rakyat, dan lebih memilih untuk menghambur-hamburkan uang negara.

"Teruskan saja bersenang-senang di luar negeri, tidak usah memikirkan rakyat, biar saja rakyat dengan kemiskinannya, tidak diusah dibantu karena membantu rakyat itu pasti merugikan, dan tidak akan menghasilkan apa-apa secara materi buat DPR sendiri," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement