Kemenkeu: Pemda Harusnya Dapat Rupiah Murni

Fakhri Rezy, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2013 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2013 01 11 20 744813 OaQIXkaDIc.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menginginkan kebijakan Subsidiary Loan Agreement (SLA) dibiayai dari rupiah murni. Pemberian fasilitas pembiayaan melalui SLA kepada Pemda DKI Jakarta akan diberikan untuk pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT).

"Pinjaman SLA yang ke Pemda itu kan sebenarnya pakai rupiah murni saja bisa," kata Dirjen Anggaran Kemenkeu Herry Purnomo, di kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (11/1/2013).

Menurutnya, terdapat kebijakan yang telah lewat terkait hal ini. "Jadi ini policy yang sudah lewat, tapi ke depan untuk perbaikan ke arah sana," tambah Herry.

Dia melanjutkan, program SLA ini merupakan pinjaman luar negeri bisa di-carry over. Sementara untuk rupiah murni, jika pembangunan tidak berjalan, maka dana tersebut akan hangus.

"Sifat pinjaman luar negeri begitu, kalau tidak terealisir di tahun bersangkutan bisa di-carry over, kegiatannya maupun dananya. Kalau rupiah murni, programnya enggak selesai dibawa ke depan tapi duitnya ditinggal," tukas dia.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini