JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina (Persero) mengoperasikan tiga infrastruktur gas sebagai wujud percepatan konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) pada hari ini.
Perayaan pengoperasian tiga infrastruktur gas ini dilakukan di SPBG Lebak Bulus dan menurut rencana akan dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik didampingi oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Edy Hermantoro serta dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto.
Infrastruktur gas tersebut berupa dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan satu Mother Station. Infrastruktur gas ini merupakan proyek dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pengadaan gas untuk tiga infrastruktur ini sebesar 5 juta kaki kubik per hari (MMscfd).
Ketiga lokasi tersebut berada di wilayah Lebak Bulus untuk SPBG dengan alokasi gas sebesar 1 juta MMscfd atau sekira 30.000 liter setara premium (lsp), lalu SPBG di Ragunan dengan alokasi gas 1 juta MMscfd atau sekira 30.000 lsp dan 3 juta MMscfd atau 90.000 lsp untuk Mother Station di wilayah Cibubur.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden No.64 tahun 2012, bahwa PT Pertamina ditugaskan untuk melakukan penyediaan dan pendistribusian bahan bakar berupa Compressed Natural Gas (CNG). Untuk itu, pemerintah telah mengalokasikan pasokan bagi transportasi.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.