BRI Cetak Transaksi Terbesar di BEI

Vahria Azhari Zeta, Jurnalis · Senin 01 September 2014 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2014 08 29 278 1031645 rOJETyQtlq.jpg BRI Cetak Transaksi Terbesar di BEI. (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham yang mencetak nilai transaksi terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada periode Januari-8 Agustus 2014, transaksi BBRI mencapai Rp58,3 triliun.

Jumlah transaksi saham bank pelat merah tersebut mencapai 6,63 persen dari total transaksi di BEI. Di mana total transaksi di BEI sendiri mencapai Rp879,31 triliun. Demikian terungkap dalam materi workshop BEI oleh Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Group 2 BEI, Umi Kulsum.

Bank Rakyat Indonesia membukukan laba bersih setelah pajak pada triwulan II sebesar Rp11,72 triliun. Jumlah tersebut naik sebesar 17,11 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy).

Direktur Jaringan dan Layanan Suprajarto mengatakan, pencapaian laba bersih tersebut merupakan hal yang sangat positif di tengah kondisi politik dan ekonomi domestik yang kurang kondusif.

"Solidnya kinerja bisnis BRI tercermin dari pertumbuhan kredit BRI yang mencapai 17,19 persen yoy dibandingkan sebelumnya Rp391,77 triliun pada triwulan II 2013 menjadi Rp459,13 triliun pada triwulan II 2014," ungkapnya belum lama ini.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit tersebut dibarengi dengan prinsip kehati-hatian. "Dengan begitu tingkat kredit bermasalah (NPL-nett) dapat dijaga di level 0,57 pesen," ucap dia.

Kemudian dari sisi pendanaan, perseroan juga berhasil menumbuhkan Dana Pihak Ketiga (DPK) per akhir triwulan II 2014. "Total DPK BRI mencapai Rp488,45 triliun atau tumbuh 11,27 persen (yoy) dengan kontribusi sumber dana murah (casa) yang tetap dapat dijaga di level 57,3 persen," imbuh dia.

Tidak hanya itu, pertumbuhan tabungan (saving) perseroan juga masih lebih tinggi bila dibanding dengan rata-rata industri yakni 14,49 persen berbanding 10,12 persen. Pencapaian fee based income perseroan juga mengalami peningkatan. Fee based income meningkat sebesar 20,8 persen (yoy). Pertumbuhan fee based income tertinggi berasal dari transaksi e-banking sebesar 55,9 persen yoy.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini