Kapitalisasi Pasar Bursa Indonesia Naik Jadi Rp5.885 Triliun

Fadel Prayoga, Jurnalis · Sabtu 18 Juli 2020 09:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 18 278 2248336 kapitalisasi-pasar-bursa-indonesia-naik-jadi-rp5-885-triliun-T70xXr4qQc.jpg Bursa Efek Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peningkatan nilai kapitalisasi pasar bursa. Selama sepekan kapitalisasi pasar bursa naik 0,97% atau sebesar Rp5.885,438 triliun dibandingkan pekan lalu sebesar Rp5.828,776 triliun.

Secara keseluruhan, pada periode 13 Juli – 17 Juli 2020, Pasar Modal Indonesia bergerak bervariasi namun masih menunjukkan data yang positif. Demikian dikutip dari keterangan BEI, Sabtu (18/7/2020).

Baca Juga: Transaksi Harian BEI Turun 12,62%, Ada Apa?

Kenaikan kapitalisasi pasar bursa diikuti menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan dengan menguat 0,96% ke level 5.079,585 dari level 5.031,256 pada pekan sebelumnya.

Sedangkan, investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp400,53 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp17,400 triliun.

Baca Juga: Ulang Tahun ke-28, Apa Saja Pencapaian BEI?

Di sisi lain, mengawali pekan, Senin 13 Juli 2020, Bursa Efek Indonesia merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 yang mengusung tema "Embracing a New IDX: Stronger and Sustainable", menandai milestone privatisasi Bursa pada 1992.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Direktur Utama BEI, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Corporate Secretary PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. Kepala Biro Kerjasama Daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sambutan dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten.

IHSG

Adapun sejumlah torehan pun dilakukan BEI, di antaranya, diberlakukannya Otomasi Perdagangan dengan Jakarta Automated Trading System (JATS). Kemudian, penerapan Remote Trading di pasar modal berhasil diimplementasikan pada 28 Maret 2002. Selain peluncuran eXtensible Business Reporting Language (XBRL) pada 22 Juni 2015, BEI juga mulai mensosialisasikan Kampanye Yuk Nabung Saham.
Selain itu, pada tahun 2019, BEI telah menambah papan baru perdagangan, yaitu Papan Akselerasi, meluncurkan Indeks IDX Value 30 dan IDX Growth 30, serta merelaksasi ETF.
Baca Juga: BEI Bakal Keluarkan Dua Indeks Baru, Apa Saja?
Pada pekan ini terdapat satu pencatatan obligasi, yaitu Obligasi Berkelanjutan V Sarana Multigriya Finansial Tahap IV Tahun 2020 Dengan Tingkat Bunga Tetap (Obligasi Tahap IV) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Sarana Multigriya Finansial Tahap II Tahun 2020 (Sukuk Tahap II) yang diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan nilai nominal masing-masing Rp2,1 triliun dan Rp346 miliar.
Hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap IV adalah idAAA (Triple A) dan untuk Sukuk Tahap II adalah idAAA(sy) (Triple A Syariah). dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Adapun sejumlah torehan pun dilakukan BEI, di antaranya, diberlakukannya Otomasi Perdagangan dengan Jakarta Automated Trading System (JATS). Kemudian, penerapan Remote Trading di pasar modal berhasil diimplementasikan pada 28 Maret 2002. Selain peluncuran eXtensible Business Reporting Language (XBRL) pada 22 Juni 2015, BEI juga mulai mensosialisasikan Kampanye Yuk Nabung Saham.

Selain itu, pada tahun 2019, BEI telah menambah papan baru perdagangan, yaitu Papan Akselerasi, meluncurkan Indeks IDX Value 30 dan IDX Growth 30, serta merelaksasi ETF.

Baca Juga: BEI Bakal Keluarkan Dua Indeks Baru, Apa Saja?

Pada pekan ini terdapat satu pencatatan obligasi, yaitu Obligasi Berkelanjutan V Sarana Multigriya Finansial Tahap IV Tahun 2020 Dengan Tingkat Bunga Tetap (Obligasi Tahap IV) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Sarana Multigriya Finansial Tahap II Tahun 2020 (Sukuk Tahap II) yang diterbitkan oleh PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) dengan nilai nominal masing-masing Rp2,1 triliun dan Rp346 miliar.

Hasil pemeringkatan untuk Obligasi Tahap IV adalah idAAA (Triple A) dan untuk Sukuk Tahap II adalah idAAA(sy) (Triple A Syariah). dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini