Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Daftar Prestasi MS Hidayat Selama Jadi Menperin

Hendra Kusuma , Jurnalis-Kamis, 16 Oktober 2014 |15:18 WIB
Daftar Prestasi MS Hidayat Selama Jadi Menperin
Menperin MS Hidayat. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Selama lima tahun dari periode 2009-20014 kepemimpinan MS Hidayat menakhodai Kementerian Perindustrian, pembangunan sektor industri telah berjalan dengan baik serta menghasilkan capaian yang positif. Selain itu, tata kelola pemerintahan internal di kementerian pun telah mengalami berbagai perbaikan, khususnya dalam akuntabilitas kinerja, keuangan dan pelayanan publik.

"Prestasi tersebut sesuai dengan target dalam kontrak kinerja menteri perindustrian dengan presiden pada kabinet Indonesia bersatu jilid II," kata Menteri Perindustrian, MS Hidayat di Kantornya, Jakarta, Kamis (16/10/2014).

Hidayat menambahkan, berbagai capai selama lima tahun telah sesuai dengan kontrak kinerja yang dia setujui bersama presiden, dan melaksanakan program-program prioritas selama masa kepemimpinannya.

Capaian-capaian tersebut yaitu mengenai revitalisasi industri pupuk dengan memberikan fasilitas jaminan tambahan alokasi gas sebanyak 370 mmscfd untuk bahan baku beberapa pabrik pupuk dan pembangunan pabrik pupuk Kaltim-5 dan Pusri II-B.

Selain itu, yakni revitalisasi Industri gula dengan meningkatnya jumlah produksi gula kristal rafinasi (GKR) dari 722 ribu ton pada 2005, menjadi 2,74 juta ton pada 2013, serta meningkanya efisiensi pabrik gula BUMN, dari 62,73 persen pada 2010 menjadi 79,66 persen di 2013.

Kemudian, restrukturisasi industri TPT dan alas kaki pada 2010-2013 dengan nilai bantuan yang diberikan pemerintah sebesar Rp569,05 miliar, yang diberikan kepada 609 perusahaan.

Sehingga, menghasilkan penambahan investasi sebesar Rp6,44 triliun, penambahan tenaga kerja sebanyak 224 ribu orang, peningkatan kapasitas produksi 71 persen sampai 25 persen, peningkatan produktivitas 6-10 persen, serta peningkatan efisiensi energi 5-9 persen.

Selanjutnya, pengembangan industri hilir kelapa sawit dengan meningkatnya utilisasi industri minyak goreng dalam negeri dari 45 persen pada 2010 menjadi 70 persen di 2014 dan investasi industri hilir kelapa sawit dengan nilai mencapai Rp20 triliun.

Terakhir, pengembangan kawasan industri dengan telah beroperasinya kawasan industri Palu dan Kawasan Industri Sei Mengkei, serta terbangunnya pusat inovasi kelapa sawit (PIKS) di Kawasan industri Sei dan pusat inovasi rotan nasional (PIRnas) di kawasan industri Palu.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement