Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pekerja Inalum Tolak Ide Rini Soemarno Pasok Listrik ke PLN

Wahyudi Aulia Siregar , Jurnalis-Jum'at, 07 November 2014 |09:33 WIB
Pekerja Inalum Tolak Ide Rini Soemarno Pasok Listrik ke PLN
Pekerja Inalum Tolak Ide Rini Soemarno Pasok Listrik ke PLN (Ilustrasi: Reuters)
A
A
A

“Dampak dari pengalihan itu, setidaknya 50 persen produksi akan terhenti. Karena jika pasokan listrik diambil, hanya 240 dari 510 tungku peleburan saja yang bisa beroperasi. Kalau sudah begitu, setengah pekerja dari total 2000 yang ada saat ini akan idle, dan dalam jangka panjang, terancam di PHK,” jelas Ridwan kepada wartawan di Medan, Kamis (6/11/2014) malam.

Pengalihan pasokan listrik itu juga diakui Ridwan, akan berdampak pada kehidupan masyarakat di Kabupaten Batubara, tempat dimana Inalum beroperasi. Karena sebagian besar orang yang menggantungkan hidupnya pada Inalum, merupakan warga kabupaten yang baru berdiri beberapa tahun itu.

“Yang merasakan dampak langsung akibat pengurangan produksi memang kita. Tapi kita tidak boleh lupa, bahwa ada sekitar 20 ribu orang yang secara tidak langsung menggantungkan hidupnya pada Inalum. Mulai dari karyawan perusahaan kontraktor mitra Inalum, keluarga karyawan, hingga masyarakat Kabupaten Batubara lainnya, yang hidup akibat keberadaan Inalum,” tambah Ridwan.

Untuk diketahui, wacana pengalihan pasokan listrik dari PT Inalum ke PT PLN yang disampaikan Menteri BUMN, ditujukan untuk mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara.

Saat ini, PT Inalum sebenarnya sudah mengalihkan 90 MW listrik produksi mereka ke PT PLN. Dengan adanya wacana pengalihan tersebut, PT Inalum diminta memberikan tambahan pasokan 210 MW ke PT PLN.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Halaman:
Lihat Semua
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Banner
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Terpopuler
Advertisement