Share

Alasan Lahirnya Pelarangan Bongkar Muat di Tengah Laut

Hendra Kusuma, Jurnalis · Jum'at 05 Desember 2014 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 05 320 1075138 alasan-lahirnya-pelarangan-bongkar-muat-di-tengah-laut-80jL2J5TZM.jpg Alasan Lahirnya Pelarangan Bongkar Muat di Tengah Laut (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan, penerapan pelarangan transhipment lantaran unit pengelolaan ikan (UPI) kekurangan bahan baku ikan.

"Menurut data dari P2HP, UPI selama ini kekurangan bahan baku, banyak kapal satu kesatuan ini melakukan alih muatan transmiternya mati susah dideteksi," kata Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkap Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Balok Budiyanto di Gedung Minabahari I KKP, Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Balok melanjutkan, banyaknya tindakan tidak terpuji saat melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia juga ditengarai menjadi salah satu penerapan pelarangan transhipment ini.

"Banyak ditenggarai melakukan tidak di pelabuhan, oleh karena itu kebijakan alih muatan sangat tepat, karena dalam rangka mengatasi IUU fishing (ilegal fishing), kemudian alih muatan tidak dilakukan," tambahnya.

Oleh karenanya, sambung Balok, pelarangan transhipment ini diterapkan terutama kepada kapal alih muatan atau kapal satuan.

"Alih muatan kapal penangkap dilarang, kemudian alih muatan kapal penangkap ke kapal angkut dilarang, lalu kemitraan di bawah 10gt dilarang, kenapa ini dilakukan, pertama kita tahu selama ini KKP menerbitkan izin baik untuk usaha perikanan tangkap terpadu dengan sistem kapal penangkap dalam satu kesatuan," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini