"Saya pernah sebagai parlemen, sampai jadi buronan, dan saya baru di pemerintah. Masuk ke sini bagaimana tingginya kompleksnya untuk selesaikan prioritas-prioritas. Saya ikuti mulai kenaikan harga BBM. Saya dilibatkan dengan Pak JK, lalu program ‘kartu sakti’ itu," ucapnya.
Sofyan mengakui, ketika dirinya masuk ke pemerintahan banyak sekali hal-hal yang harus diselesaikan, seperti tingkat kesenjangan sosial yang semakin tinggi, harga komoditi ekspor yang turun, dan masalah lainnya.
"Ini saya pusing, kalau dulu (jadi pengusaha) saya gampang sekali kritisi, tapi sekarang saya lebih banyak diam. Diminta TV, radio, koran untuk berkomentar, tapi saya bilang suruh cari Pak Hariyadi atau yang lainnya saja," ungkapnya.
Bahkan, dirinya mengungkapkan menjadi jadi susah tidur karena tidak dapat mengeluarkan unek-unek yang ada di dalam pikiran.
"Kadang-kadang saja jadi susah tidur, unek-uneknya enggak bisa dikeluarkan. Enggak kaya dulu yang gampang kritisi," jelasnya.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.