Sementara itu, Tuminah (63) salah seorang warga Desa Kracak Ajibarang mengatakan, dirinya kini menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar karena kesulitan mencari gas Elpiji 3 kg.
“Mau bagaimana lagi, gas susah dicari, terpaksa ya pakai kayu bakar,” ujar Tuminah.
Kelangkaan Elpiji 3 kg sangat disesalkan warga, terutama karena gas melon bersubsidi ini sudah menjadi andalan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat sendiri mengaku bingung, kenapa di saat harga Elpiji 12 kg melambung tinggi justru Elpiji isi 3 kilogram langka. Warga berharap pemerintah dan PT Pertamina (Persero) bisa melakukan operasi pasar terhadap langkanya Elpiji 3 kg.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.