JAKARTA - Kebijakan penghematan anggaran perjalanan dinas dan paket rapat di akhir tahun 2014 ternyata mempengaruhi realisasi belanja negara. Realisasi tersebut mencapai 94 persen dari pagu belanja negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2014.
"Belanja negara juga turun. Belanja Kementerian atau Lembaga 93,4 persen. Belanja non Kementerian atau Lembaga 92,7 persen," kata Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro saat paparan realisasi APBNP 2014 di kantornya, Senin (5/1/2014).

Berdasarkan paparan Bambang, penyerapan realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.190,8 triliun atau 93 persen dari pagu yang sebesar Rp1.280,4 triliun. Penyerapan ini dipengaruhi upaya peningkatan efisiensi belanja kementerian atau lembaga termasuk penghematan anggaran perjalanan dinas.
Selain itu, kebijakan penyesuaian harga BBM bersubsidi pada November 2014 juga dapat mengendalikan realisasi subsidi BBM sehingga tidak melebihi pagu. Realisasi subsidi BBM mencapai Rp240 triliun atau 97,4 persen dari pagu.
Sedangkan realisasi anggaran transfer ke daerah dalam tahun 2014 mencapai Rp573,8 triliun atau 96,2 persen. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor rendahnya realisasi dana bagi hasil sebagai konsekuensi turunnya penerimaan negara yang dibagihasilkan.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.