Menurut Agus, selaku lembaga yang menjaga nilai tukar Rupiah agar tetap baik, pihaknya akan selalu berada di pasar untuk intervensi.
"Kita selalu ada di pasar, kita jaga volatilitas, sehingga tidak perlu dikhawatirkan," tukasnya.

Sebelumnya Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Solikin M Juhro memandang pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini tak perlu ditangani dengan intervensi terlalu besar. Pasalnya, sejauh ini kondisi mata uang Rupiah masih sejalan dengan fundamentalnya. Secara umum perkembangan ekonomi di Indonesia dianggap masih cukup baik dan kuat. “Dolar Amerika Serikat (AS) menguat jangan khawatir karena perekonomian kita masih cukup baik," ujarnya akhir pekan ini.
Mengutip data Yahoofinance, pada Jumat 27 Februari lalu, Rupiah melemah di Rp12.955 per USD. Di mana pada pergerakannya Rupiah sempat tembus Rp13.005 per USD. Sementara menurut Bloomberg Dollar Index, Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) melemah 101 poin atau 0,79 persen ke Rp12.931 per USD dibandingkan penutupan sebelumnya Rp12.830 per USD. Hari ini Rupiah sempat melemah namun kembali menguat ke level Rp12.900-an.
(Rizkie Fauzian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.