Sekadar informasi, indeks dolar AS jatuh dari level tertinggi 11 tahunan terhadap sekeranjang mata uang. Dolar AS sempat menyentuh level tertinggi enam pekan terhadap Euro seiring perbedaan suku bunga yang menguntungkan pasar obligasi US Treasury.
Sebelumnya, dolar AS sempat menguat karena adanya perbedaan jauh antara imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun dengan obligasi zona Euro, menjelang rilis rencana program QE ECB senilai 1,1 triliun Euro yang akhirnya mendongkrak kinerja dolar AS.
Sebaliknya Federal Reserve diperkirakan akan mengimplementasikan pengetatan moneter di tahun ini. Meskipun aktivitas ekonomi dalam beberapa minggu terakhir cukup mengecewakan, namun laju GDP Amerika di Kuartal II berpotensi terakselerasi kembali mendekati level 4 persen karena ekonomi pulih dari kondisi cuaca yang buruk.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.