Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Anjlok, Komisi XI DPR Siap Panggil Pemerintah

Hendra Kusuma , Jurnalis-Jum'at, 06 Maret 2015 |13:38 WIB
Rupiah Anjlok, Komisi XI DPR Siap Panggil Pemerintah
Rupiah Anjlok, Komisi XI DPR Siap Panggil Pemerintah (Ilustrasi: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat menyentuh Rp13.052 per USD kemarin. Hal itu merupakan suatu capaian yang kurang menguntungkan bagi Indonesia sendiri. Adapun, kondisi tersebut dikhawatirkan mempengaruhi psikologis pasar.

Untuk mengetahui penyebab hal tersebut, Anggota Komisi XI Mukhamad Misbakhun mengatakan, Komisi XI akan memanggil instansi terkait, seperti Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Komisi XI akan memanggil Kementerian Keuangan, BI, OJK pada masa sidang III 2014-2015 untuk mempertanyakan apa penyebab melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar," kata Misbakhun dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (6/3/2015).

Pelemahan nilai tukar ini, kata Misbakhun harus dijelaskan pemerintah mulai dari penyebab dan juga dampak sistematik terhadap perekonomian nasional, serta menjelaskan pula antisipasi gejolak nilai tukar Rupiah yang terus mengalami pelemahan.

"Bentuk stabilisasi dan langkah apa yang dilakukan pemerintah selanjutnya agar tetap pada asumsi nikai tukar rupiah pada APBN 2015 yaitu Rp12.500," tambahnya.

Wakil Sekjen Partai Golkar itu juga mengungkapkan bahwa pemanggilan tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari Ketua Komisi XI Fadel Muhammad soal pemanggilan tersebut.

Menurut dia, nilai tukar Rupiah yang berada di level Rp13.052 per USD tidak serta merta hanya didiamkan saja. Pasalnya, pemerintah sendiri telah menetapkan asumsi nilai tukar pada APBN sekira Rp12.500 per USD.

"Saya sudah komunikasi dengan Ketua Komisi XI DPR RI, dan beliau setuju untuk memanggil pemerintah," pungkasnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement