JAKARTA - Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia (IAFMI) yang beranggotakan tenaga ahli Indonesia di bidang fasilitas produksi minyak dan gas bumi menyerukan pentingnya efisiensi, optimalisasi, simplifikasi, serta kolaborasi di berbagai bidang dalam menyikapi situasi harga minyak yang terus mengalami penurunan signifikan dalam waktu enam bulan terakhir.
Berdasarkan perkiraan pihak-pihak yang terkait dengan industri migas, harga minyak bumi yang saat ini berada di kisaran USD50 per barel akan berlangsung sedikitnya selama tiga tahun ke depan, untuk menuju suatu keseimbangan baru. Kecil kemungkinannya harga akan kembali ke harga semula, yaitu pada kisaran USD100- 120 per barel.
Terkait hal tersebut, semua pihak yang terlibat dalam industri eksploitasi dan produksi Minyak Bumi dan Gas seyogyanya bersiap menghadapi situasi ini secara bersama-sama dan terintegrasi. Pemerintah, SKK Migas, KKKS dan Kontraktor/Konsultan Migas Indonesia harus segera melakukan langkah-langkah di semua lini.
Seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (21/3/2015), IAFMI dan beberapa stakeholder terkait menyampaikan beberapa peluang untuk mencapai efisiensi, optimalisasi, simplifikasi serta kolaborasi yang dapat dilakukan oleh masing-masing pemangku kepentingan yaitu:
1. Mengoptimalisasi volume pekerjaan.