Waktu Kenaikan Elpiji 12 Kg Dianggap Kurang Pas

Meutia Febrina Anugrah, Jurnalis · Jum'at 03 April 2015 05:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 04 02 19 1128263 waktu-kenaikan-elpiji-12-kg-dianggap-kurang-pas-gsAc5WdAuw.jpg ilustras (Foto : Okezone)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) resmi kembali menaikan harga jual gas elpiji non subsidi atau Elpiji 12 kilogram (Kg) pada April 2015. Adapun kenaikan harga tersebut berkisar Rp6.300 sampai Rp8.000 per tabung dan juga tergantung jauh dan dekatnya suatu daerah. Waktu pengumuman kenaikan gas Elpiji 12 kg ini pun dirasa kurang tepat karena masyarakat baru saja mengalami kenaikan harga BBM dan sejumlah bahan pokok.

Direktur Energi Watch Mamit Setiawan menyebut kenaikan gas elpiji 12 kg ini harusnya bisa dikendalikan oleh pemerintah. Karena harusnya kenaikan gas tersebut tidak sebesar ini jika pemerintah turun tangan.

 

"Harusnya kenaikannya tidak sebesar ini. Pemerintah harusnya bisa menahan kenaikan hingga situasi yang pas. Kan masyarakat baru mengalami kenaikan BBM dan beras. Kalau untuk Tarif Dasar Listrik (TDL) tahun ini engga tahu, semoga masih bisa ditahan," kata dia kepada Okezone, Jumat (3/4/2015).

Selain itu terkait sikap Pertamina yang menaikkan harga tanpa memberi sosialisiini Mamit menyebut sudah tepat dilakukan. Hal ini agar tidak terjadi migrasi besar-besaran dari gas 12kg ke gas 3kg sehingga tidak menimbulkan kelangkaan.

"Kenaikan inikan memamg menyesuaikan harga pasar. Memang seharusnya dilakukan agar tidak terjadi besar-besaran elpiji 3kg. Harusnya, kalau mau adil pemerintah harus mensubsidi elpiji 12 kg juga. Tapi itu kan engga dilakukan karena engga mungkin Pertamina bakal menanggung rugi besar. Elpijikan sudah menjadi kebutuhan masyarakat, pemerintah harus bisa menstabilitaskan harganya,"ujarnya.

Seperti diketahui, alasan utama BUMN energi ini menaikan harga jual Elpiji 12 kg adalah harga CPA dan tentunya nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pertaminapun berasalan agar para agen tidak menimbun untuk mencari keuntungan lebih.

(mfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini