Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kecurangan Petral yang Dibongkar Tim Anti-Mafia Migas

Hendra Kusuma , Jurnalis-Sabtu, 25 April 2015 |05:30 WIB
Kecurangan Petral yang Dibongkar Tim Anti-Mafia Migas
Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) atau Tim Ant-imafia Migas Faisal Basri mengungkapkan, salah satu kecurangan yang dilakukan Pertamina Energy Trading Ltd (Petral).
 
 

Menurut data Litbang Okezone, Faisal mengatakan salah satu kecurangan Petral adalah memanipulasi pengadaan melalui perusahaan minyak pemerintah asing atau National Oil Company (NOC).

Karena kecurangan ini, rantai proses pengadaan minyak mentah dan BBM yang dilakukan Petral terkesan pendek. Padahal, menurut Faisal, banyak dari NOC pemenang tender tidak memiliki minyak sendiri. Para NOC ini juga memperoleh minyak dari pihak lain.

Salah satu contohnya adalah Maldives NOC Ltd, salah satu perusahaan yang masuk ke dalam daftar mitra usaha Petral. Menurut Faisal, Maldives bukan negara penghasil minyak tetapi dapat memenangkan tender di Petral. Hal ini menimbulkan kecurigaan bahwa NOC tersebut mengambil minyak dari produsen lain.

Adapun, kata Faisal, temuan lainnya adalah adanya pelaku pasar bertindak sebagai agent atau arranger yang menggunakan NOC PetroVietnam Oil Corporation (PV Oil) dalam pengadaan minyak mentah dari Nigeria. Faisal juga menyebut PTT (NOC Thailand) yang ternyata digunakan sebagai kendaraan dalam pengadaan minyak mentah Azeri dari Azerbaijan.

Oleh karena itu, Faisal merekomendasikan pengadaan dan penjualan minyak mentah dan BBM sebaiknya tidak lagi dilakukan oleh Petral. Pengadaan minyak dapat dialihkan kepada Integrated Supply Chain (ISC). Peserta tender pun nantinya tidak akan dibatasi hanya NOC saja seperti yang dilakukan Petral selama ini. Peserta tender nantinya akan diperluas bagi seluruh produsen minyak.

Sementara itu, Menteri ESDM Sudirman Said juga mengungkapkan, Penyelewengan yang dilakukan oleh Petral. Salah satu penyelewengan Petral di Singapura adanya kecurigaan kartel terjadi di salah satu anak perusahaan Pertamina tersebut.

Tim Reformasi Tata Kelola Migas saat ini tengah menganalisis kecurigaan ini. Salah satu anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Fahmi Radi mengaku pihaknya telah menemukan bukti dari dokumen penagihan pembelian (invoice) perantara tersebut yang diduga bagian dari mafia migas. Tim Reformasi ini juga rencananya akan memberikan rekomendasi terkait Petral pada akhir tahun ini.

Bahkan, Sudirman mengatakan tidak segan menutup Petral jikalau hal tersebut benar terbukti. Sudirman sendiri telah mendapatkan izin untuk melakukan tindakan yang terbaik untuk memberantas mafia migas, termasuk menutup Petral. Apabila penutupan Petral terjadi, maka impor minyak Indonesia tidak akan melalui campur tangan orang ketiga. Impor BBM nantinya akan langsung dengan pihak Pertamina. (rzk)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement