Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Buka Pintu Bagi Investor Amerika

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2015 |22:24 WIB
   Pemerintah Buka Pintu Bagi Investor Amerika
Ilustrasi pembangkit listrik. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka peluang para pengusaha Amerika Serikat (AS) untuk menggarap pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 mega watt (mw). Pasalnya, hanya 10 ribu mw digarap PT PLN (Persero) dan 25 ribu mw digarap oleh investor swasta atau IPP.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan, untuk proyek listrik ini pemerintah tidak lagi menerima investor yang menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM), hanya energi terbarukan.

"Ada dua yang diharapkan. Pertama dorong pembangkit listrik dengan new renewable energy, bukan solar lagi, tapi lebih ke perhatikan lingkungan," kata Franky di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

"Kedua tidak tergantung pada satu negara. Jadi investor AS tentu diberikan ruang untuk bisa partisipasi bangun pembangkit listrik 35 ribu mw," sambungnya.

Franky pun membocorkan, ada perusahaan AS yang sudah berminat untuk membangun pembangkit listrik 35 ribu mw, yakni General Electric (GE). "Tapi kita fasilitasi harus perhatikan misalnya soal harga. Dalam proses itu Tadi pak Menko yang jelaskan," jelasnya.

Menurutnya, perusahaan GE belum mengajukan secara formal pembangunan pembangkit listrik 35 ribu mw ini. Meski demikian, pemerintah akan mempertimbangkan jika perusahaan ini meminta tax allowance maupun tax holiday.

"Kita pada dasarnya salah satu yang terbuka dengan potensial investor. Dan Amerika adalah salah satu yang paham mengenai prinsip berbisnis di Indonesia. Umumnya kami memberikan dukungan terhadap investor-investor mereka, dan kami sudah tindak lanjuti beberapa di antaranya," tukasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement