”Kita bawa sampel beras ini untuk dikaji lebih lanjut,” kata Kapolsek Rongkop AKP Sunarto. Seusai melakukan pemeriksaan, rombongan Polsek beserta Disperindagkop ESDM juga mendatangi dua toko kelontong yang diduga menjual beras sintetis tersebut.
Namun demikian, pihak Disperindagkop ESDM belum bisa memastikan mengenai benar tidaknya beras yang beredar merupakan beras sintetis.
Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop ESDM, Gunung kidul Supriyadi mengaku masih melakukan penelitian untuk memastikan kebenaran beras tersebut.
”Memang beras ini dari Pati, Jawa Tengah, bukan dari Delanggu seperti biasanya. Namun untuk memastikan, butuh penelitian lebih lanjut di laboratorium Dinas Kesehatan,” katanya. (Yan yusuf/ khoirul muzakki/ suharjono/ant/Koran Sindo)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.