Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Harus Naik 15% untuk Capai 6.000

Prabawati Sriningrum , Jurnalis-Jum'at, 29 Mei 2015 |14:18 WIB
IHSG Harus Naik 15% untuk Capai 6.000
Ilustrasi pasar modal. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan laju pasar saham di Indonesia dapat mencapai level 6.000 pada akhir 2015. Namun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih cenderung bergerak variatif bahkan mengalami koreksi.

Direktur Utama BEI Ito Warsito mengungkapkan, guna mencapai tujuan IHSG dapat tembus di level 6.000 seperti yang diinginkan oleh Presiden, maka dibutuhkan kenaikan sebesar 15 persen hingga akhir tahun ini.

"Dibutuhkan kenaikan sebesar 15 persen detik ini. Artinya, kalau market naik 15 persen mulai hari ini bisa capai 6.000," ujar Ito di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/5/2015).

Menurut Ito guna mendukung target tersebut, maka diperlukan partisipasi investor khususnya investor domestik. Kendati banyak tantangan, namun dia optimistis IHSG dapat semakin membaik.

"Mengingat pada penutupan perdagangan 2014 kemarin, IHSG naik sebesar 22 persen. Jadi tergantung, kami percaya atau tidak IHSG naik 15 persen. Kalau tahun lalu IHSG bisa naik 22 persen," imbuh dia.

Di sisi lain, dia mengatakan BEI akan terus berfokus mengedukasi para masyarakat Indonesia mengenai pemahaman pasar modal. Hal ini bertujuan untuk mendorong peningkatan investor domestik di indeks salam negeri.

"Untuk meningkatkan penetrasi pasar modal Indonesia, pihaknya terus melakukan edukasi kepada para investor. Trennya dalam enam tahun terakhir fokus edukasi investor, sehingga jumlah rekening sama di ksei meningkat tiga kali lipat dibanding akhir Juni 2009," tandasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement