Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

A Kasoem: Wirausahawan Pejoang

Koran SINDO , Jurnalis-Minggu, 07 Juni 2015 |19:36 WIB
A Kasoem: Wirausahawan Pejoang
Yuswohady (Foto: Koran Sindo)
A
A
A

Atjoem Kasoem adalah anak singkong lahir di Desa Kadungora di Priangan Timur tahun 1918. Ia adalah sosok yang keras hati. Kemauannya besar dan berkeinginan baja untuk menjadi orang besar yang terukir dalam sejarah bangsanya. Ia adalah pelopor yang terjun berjuang di bidang pabrik kacamata (optik) di Tanah Air.

Ia manusia Indonesia pertama yang ahli kacamata dan mendirikan pabrik optik pertama di Indonesia pada tahun 1974. Cita-citanya besar, menjadikan pabrik optiknya kelak di kemudian hari memproduksi lensa potret, mikroskop, dan lain-lain demi untuk kebesaran nama nusa dan bangsa. Wakil Presiden kala itu, Mohammad Hatta, memanggilnya dan memerlukan keahliannya untuk membantu perjuangan Indonesia.

Ia memercayakan kepada Kasoem untuk memelihara, memeriksa dan membikin kacamata untuk Presiden Soekarno, Hatta, para menteri, jenderal, pembesar, para pemimpin republik, dan rakyat jelata. Di pundak Kasoem lah dibebankan tanggung jawab agar mata para pemimpin Indonesia dan rakyatnya tetap terang benderang di kancah peperangan dengan Belanda itu.

Ada sebuah kejadian yang membuat rasa nasionalisme Kasoem membara dan kemudian mengubah haluan hidupnya. Suatu saat ia berbicara dengan seorang ahli kacamata Jerman bernama Kurt Schlosser yang menjadi gurunya membuat kacamata. Tahun 1940 Jerman menyerang negeri Belanda yang kemudian memicu Perang Dunia II.

Kebanyakan orang waktu itu berkeyakinan Jerman akan mengalahkan Belanda. Maka, Kasoem muda bertanya ke Schlosser, kalau Jerman mengalahkan Belanda, bisakah bangsa Jerman membantu perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan. Di luar dugaan Kasoem, Schlosser menjawab: “Apa gunanya bagi kalian kemerdekaan tanah air itu. Kenyataannya kini perekonomian di seluruh Indonesia dikuasai oleh bangsa asing, baik orang kulit putih, China, India, Arab dan lainlain.

Percuma saja kalian merdeka, kalau perekonomiannya tidak dikuasai oleh pribumi.” Termenung dan lemas sekujur tubuh Kasoem, karena apa yang diungkapkansangguru itubenarlahadanya. Lanjut Schlosser, “Jika kamu mau merdeka juga, tuntutlah ilmu kacamata ini. Perusahaan ini dibutuhkan oleh manusia sepanjang masa. Dengan ilmu ini, kamu akan dapat membesarkan nama bangsamu.

Kamulah kelak yang akan menjadi raja kacamata satu-satunya di Indonesia. Tetapi, dengan hanya menguasai ilmu kacamata saja belum cukup untuk menjadi orang terhormat. Kamu harus melatih dirimu ahli dan cakap pula menjualnya ke masyarakat luas. Ilmu dagang tidak ada di sekolah. Kecakapan ini akan tumbuh berkat pengalaman, dan didorong oleh kemauan yang keras untuk mengubah nasib. Ilmu dan pengalaman ini akan dapat kamu turunkan kelak kepada anak cucumu.”

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement