Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jokowi Siap Atasi Keluhan Pengusaha Galangan Kapal

Dhera Arizona Pratiwi , Jurnalis-Senin, 22 Juni 2015 |11:11 WIB
Jokowi Siap Atasi Keluhan Pengusaha Galangan Kapal
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdialog dengan pengusaha galangan kapal di Batam. Mereka menyampaikan berbagai keluhan, terutama terkait Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang pembayaran dalam mata uang Rupiah mulai 1 Juli 2015, kebiasaan BUMN membeli pipa di luar negeri, izin pelayanan, dan otoritas Dewan Kawasan Industri.

Preside‎n Jokowi menanggapi positif keluhan para pengusaha yang mengaku terus menurun produktivitasnya. “Saya minta list, kemampuan industri galangan kapal kita berapa. Jenis kapalnya apa saja,” pintanya seperti dilansir dari laman Setkab, Jakarta, Senin (22/6/2015)

Jokowi mengaku takjub dengan kemampuan industri galangan kapal nasional, yang jumlahnya mencapai 250 perusahaan, dan khususnya di Batam ada sekira 106 perusahaan.

“Baru terbuka mata saya bahwa industri galangan kapal Indonesia mampu bangun sendiri. Hampir semua jenis kapal kita mampu bangun, apakah kapal cargo, kapal penumpang, kapal tanker, hingga kapal roro kita bisa,” papar Jokowi.

Sekadar informasi, Presiden Jokowi dalam rangkaian kunjungannya ke Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Minggu (21/6/2015), didampingi Ibu Negara Iriana meninjau workshop dan galangan kapal PT Anggrek Hitam Ship Repair, yang berlokasi di Jalan Raya Pelabuhan Kabil, Kecamatan Nongsa yang merupakan anak perusahaan Holotan Pte Ltd Singapura.

Galangan kapal Anggrek Hitam yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektare (ha), memiliki spesifikasi untuk membuat floating cranes, accommodation barges, work barges, tug boats, self propelled barges, dan supply vessels. Saat ini, PT Anggrek Hitam tengah mengerjakan kapal milik PT Pertamina (Persero) yang berkapasitas 17.500 LTDW.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement