Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gelar Beauty Contest, Jokowi Galau Pilih Investor Kereta Api Cepat

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 13 Juli 2015 |13:59 WIB
Gelar <i>Beauty Contest</i>, Jokowi Galau Pilih Investor Kereta Api Cepat
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan agar memulai pembangunan High Speed Train (Shinkansen) di Indonesia pada tahun ini. Untuk itu, usai rapat terbatas (ratas), pemerintah memutuskan untuk mengadakan kontes kecantikan (beauty contest) atau melelang untuk pembangunan Shinkansen

Hal ini dikarenakan, dua negara seperti Jepang dan China masih berebut 'hati' Indonesia untuk berpartisipasi pembangunan Shinkansen di Indonesia.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil menjelaskan, saat ini dua pihak yang berminat yaitu China dan Jepang telah melakukan studi kelayakan yang mendetail mengenai pembangunan kereta super cepat tersebut. Kedua negara ini pun sudah mengirimkan proposal kepada pemerintah.

"Ada dua pihak yang berminat melakukan studi yaitu Jepang dengan shinkansen dan China dengan kereta cepat mereka. Mereka dua-duanya telah melakukan studi yang mendetail, tinggal keputusan pemerintah di mana yang akan memenangkan. Kesimpulannya kita akan adakan beauty contest," paparnya saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (13/7/2015).

Sofyan menjelaskan, untuk proses beauty contest sendiri, pemerintah akan menunjuk konsultan independen yang tidak memiliki kepentingan untuk menunjuk siapa yang akan menjadi pemenangnya. Hal ini dilakukan agar terjadi fair dalam menentukan investor mana yang dipilih Indonesia dalam membangun kereta api cepat.

"Pemerintah akan menghire konsultan yang tidak punya kepentingan, dalam waktu dekat akan ada hire untuk beauty contest," paparnya.

Di tempat yang sama, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menuturkan, saat ini baru dua negara yang berminat, namun pemerintah membuka peluang untuk negara lain yang berminat mengikuti proses beauty contest tersebut.

"Saat ini baru dua (peminat) untuk rute Jakarta-Bandung. Kalau ada yang berminat lagi silahkan. Pemerintah akan tetap menentukan satu, dan end to end poinnya itu gimana. Akan dibuatkan tim seleksi dengan ketua tim Menko Perekonomian. Nanti yang tentukan (pemenang) adalah konsultan," tukasnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement