JAKARTA - Dalam rangka memangkas rantai distribusi yang panjang, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan meresmikan gudang penyediaan logistik bernama Depo Bapok Kita.
Peresmian Depo Bapok Kita dilakukan langsung Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di pasar Pasar Jaya Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Salah satu terobosan bagaimana jangka menengah panjang untuk memotong rantai distribusi sekaligus meningkatkan keuntungan para pedagang tradisional," ucap Gobel saat peresmian Depo Bapok Kita di Pasar Jaya Kramat Jati, Jakarta, Senin (10/8/2015).
Kesepakatan pembangunan Depo Bapok Kita ini dijalani dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perdagangan dengan PD Pasar Jaya, Badan Urusan Logistik (Bulog), Bank Rakyat Indonesia, Pusat Koperasi Pedagang Pasar DKI Jaya dan Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Dana Bergulir.
Gobel menuturkan, dalam hal ini Bulog akan bertugas memasok bahan kebutuhan pokok baik dari petani lokal maupun importir ke dalam Depo Bapok Kita.
"Saya minta Bulog di setiap pasar harus ada dan juga Koperasi. Peran Bulog sebagai penyangga bapok, Koperasi sebagai pembina pedagang tradisional," jelasnya.
Sehingga, menurut dia, dengan adanya peranan Bulog yang turut serta, maka dinilai akan mampu memberikan jaminan pasokan baik beras, daging, maupun bahan pokok lainnya kepada pedagang.
"Dan Koperasi melalui bank dengan memberikan bunga yang murah sehingga pedagang akan bisa berikan yang terbaik kepada kita semuanya," pungkasnya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.