"Karena itu, kami memperkecil ukurannya namun harga tetap sama sebesar Rp1.000," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi mengatakan, saat ini jumlah perajin tempe di daerah ini tercatat 245 perajin.
Produksi perajin tempe itu dipasok di wilayah Kabupaten Lebak.
Namun, saat ini mereka terpukul dengan terjadi kenaikkan kedelai impor hingga menembus Rp8.000-8.500 per kg.
"Kami akan melaksanakan intervensi melalui subsidi maupun operasi pasar. Sebab kenaikkan kedelai impor akibat melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS," katanya.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.