Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Avtur Pertamina Lebih Mahal dari Malaysia & Singapura

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Senin, 14 September 2015 |13:28 WIB
Harga Avtur Pertamina Lebih Mahal dari Malaysia & Singapura
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

JAKARTA - Harga bahan bakar pesawat terbang atau avtur di Indonesia yang dijual PT Pertamina (Persero) lebih tinggi dari harga internasional. Untuk itu, pemerintah sudah meminta agar Pertamina dapat menurunkan harga avtur sehingga dapat bersaing dengan negara lain.

Hal ini pun sudah diakui Pertamina bahwa harga avtur yang dijualnya lebih mahal 10-15 persen.

Pengamat kebijakan publik Sofyano Zakaria menjelaskan, harga avtur di Indonesia lebih mahal dari harga Singapura atau Malaysia, karena bergantung dengan banyak faktor.

Seperti, supply avtur ke Bandara Changi Singapura dan Bandara Kuala lumpur, Malaysia dilakukan dari supply point yang sangat dekat yang membuat biaya transportasi mereka lebih murah dibanding biaya transportasi avtur ke bandara bandara yang ada di indonesia.

"Avtur di Indonesia di produksi dari kilang dalam negeri yang sudah jadul, yang biaya produksinya mahal. Ini tentunya juga yang menjadikan lebih mahalnya harga avtur Pertamina," kata Sofyano di Jakarta, Senin (14/9/2015).

Sofyano menambahkan, jika avtur itu diimpor, maka biaya ongkos angkut avtur ke Indonesia tetap saja akan lebih mahal dari harga avtur di Singapura.

"Publik juga paham bahwa bandara di Indonesia ini jumlahnya sangat banyak dan tersebar di seluruh Indonesia dan sudah pasti ini berpengaruh terhadap biaya distribusi avtur," jelasnya.

Selain itu, PT Angkasa Pura (Persero) sebagai BUMN yang mengelola bandara-bandara di Indonesia, harusnya menjadikan Pertamina sebagai mitra yang menunjang operasional utama Angkasa Pura yang dengan begitu Angkasa Pura harusnya membebaskan Pertamina dari kewajiban dan beban biaya apapun dalam mensuplai avtur bagi pesawat-pesawat yang ada .

(Rizkie Fauzian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement