Hexindo Bagi Dividen USD0,008 per Saham di 21 Oktober

Rachmad Faisal Harahap, Jurnalis · Kamis 17 September 2015 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2015 09 17 278 1216168 hexindo-bagi-dividen-usd0-008-per-saham-di-21-oktober-nAdMWgkG41.jpg (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menyetujui pembagian dividen tunai kepada para pemegang sahamnya sebesar USD0,0080 per saham. Hal tersebut telah diutuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini.

President Director Hexindo Adiperkasa Kardinal Karim mengatakan, telah disetujui penggunaan laba bersih tahun buku yang berakhir pada 31 Maret 2015 sejumlah USD19,18 juta. Yaitu pembagian dividen tunai sebesar USD6,72 juta atau 35 persen untuk 840 juta saham atau USD0,008 per saham dan sisanya sebesar USD14,25 juta sebagai laba ditahan.

"Di mana saat ini, perseroan tidak menempatkan pembagian dana cadangan sebagai saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya dikarenakan telah sesuai dengan ketentuan Pasal 70 Undang-Undang (UU) nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas," ujar Kardinal, di Jakarta, Kamis (17/9/2015).

Dia melanjutkan, adapun dividen tunai akan dibayarkan pada 21 Oktober 2015. Sementara dari Public Expose disebutkan bahwa kinerja Perseroan hingga dengan Juli 2015, Hexindo telah berhasil membukukan penjualan sebesar USD96 juta, yang sebagian besar berasal dari penjualan alat berat yaitu sebesar USD47 juta.

"Tercatat jumlah unit yang dikirim ke customer adalah sebanyak 348 unit dimana sektor forestry dan agro memberikan kontribusi yang terbesar, yaitu USD18 juta (38 persen) atau 192 unit (55 persen)," ucapnya.

Hexindo memproyeksikan penjualan eskavator sebanyak 1.222 unit sampai dengan akhir Maret 2016. Sementara itu, laba kotor sampai dengan 31 Juli 2015 adalah sebesar USD17 juta dan laba bersih USD3 juta.

"Selain itu, pada RUPSLB yang diadakan setelah RUPST, telah disetujui Perubahan Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Perusahaan Terbuka dan selanjutnya memberikan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan perubahan Anggaran Dasar dimaksud, menuangkan dalam suatu akta tersendiri dan melakukan segala hal yang dianggap baik serta perlu oleh Direksi Perseroan," ungkapnya.

(wdi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini