Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Salak Bali yang Sepet Ternyata Bisa Hasilkan Rp25 Juta/Bulan

Hendra Kusuma , Jurnalis-Senin, 23 November 2015 |05:37 WIB
Salak Bali yang Sepet Ternyata Bisa Hasilkan Rp25 Juta/Bulan
Ilustrasi salak Bali. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bali bukan hanya terkenal dengan keindahan alam serta pantainya. Selain pariwisatanya, ternyata Bali memiliki buah andalan yang dapat dimanfaatkan, yakni salak.

Gede Wahyu Yoga Dana, pria asal Singasari Denpasar, Bali, memanfaatkan peluang bisnis dengan membuat Marubali sebuah produk makanan ringan yang terbuat dari olahan buah salak.

Selama ini, produk olahan buah dalam bentuk ringan di Bali bukan berasal dari Bali, melainkan dari Kota-Kota tetangga Bali, seperti Sidoarjo. Produk makanan ringan itu adalah, manisan salak, manisan mangga, dan manisan kelapa.

Wahyu menuturkan, peluang itu sebetulnya sudah diketahuinya sejak masih bekerja di salah satu perusahaan. "Kalau saya perhatikan, banyak sekali makanan olahan buah, tetapi bukan berasal dari Bali," kata Wahyu kepada Okezone.

Insting wirausaha Wahyu pun terus menggebu-gebu untuk membuat produk olahan manisan buah yang bahan bakunya dari tanah Bali. Sebab, selama ini salak asli Bali memiliki rasa yang sepet sehingga tidak bisa dikonsumsi seperti buah pada umumnya.

Peluang dan faktor keberuntungan juga terus hinggap di tubuh Wahyu, yang mana neneknya memiliki resep untuk mengolah buah menjadi manisan. "Tetapi tetap saya kembangkan, karena kalau resep nenek saya jadinya hitam, karena dikeringkan pakai sinar matahari, kalau saya merakit oven sendiri," tambahnya.

Wahyu mengaku, produk olahan buah hasil kreasinya sendiri telah memberikan omzet setiap bulannya sekitar Rp25 jutaan. Dan telah mempekerjakan empat orang termasuk dirinya.

Dalam mengembangkan bisnisnya, Wahyu masih bergantung dengan sosial media dan melayani para pembeli yang berani membeli dalam sekala kilo-an. "Dua bulan lalu, kita sudah buka reseller di Yogyakarta dan Bandung, namun masih kecil dengan pesanan 100 pcs," tandasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement