Share

OJK Masih Matangkan Penerbitan Green Sukuk

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis · Senin 23 November 2015 20:52 WIB
https: img.okezone.com content 2015 11 23 320 1254513 ojk-masih-matangkan-penerbitan-green-sukuk-vfvu3ZzuYl.jpg Ilustrasi Rupiah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, sebagai bentuk program keuangan berkelanjutan (sustainable financing). Nantinya, green bond (green sukuk) diharapkan harus bersifat ramah lingkungan (enviromental friendly).

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, green bond (green sukuk) yang akan diterbitkan nantinya sebagai bentuk komitmen guna memunculkan budaya menyayangi lingkungan. Dia pun belum dapat menyebutkan secara rinci berapa nilai green bond yang akan dikeluarkan nantinya.

"Targetnya belum bisa sampaikan angkanya, tapi paling tidak karena ini tahap awal, kita yakini concern muncul di bank dan budaya sayangi lingkungan," ucapnya di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (23/11/2015).

Menurutnya, green bond juga merupakan salah satu peluang bagi Indonesia. Dia menjelaskan, nilai green bond nantinya akan tergantung pemerintah dan akan berbentuk dalam sektor apa saja. "Tapi kita (OJK) dorong prinsip-prinsipnya. Isu green bond, dorong implementasi sustainability issue," imbuh dia.

Muliaman menerangkan, green bond nantinya harus memberikan harga khusus dan bank-bank yang turut berpartisipasi juga nantinya tidak hanya fokus terhadap masalah lingkungan, namun juga sebagai penggerak (mover) atau pelopor (pioneer) yang perhatian terhadap isu ramah lingkungan.

"Bank-bank ini sebagai mover sekaligus proklamir Lembaga/Keuangan yang concern terhadap isu ini, jangan kasih kredit ke orang yang merusak lingkungan," jelas dia.

Akan tetapi, lebih jauh dia menjabarkan, perusahaan-perusahaan yang merusak lingkungan bukan berarti harus dijauhi, namun masih ada upaya mitigasi. Seperti misalnya, ada beberapa perusahaan yang mempunyai manajemen baik dengan melakukan daur ulang, baik dari segi prosesnya dan mampu mengelola mekanisme guna menghindari kegiatan tidak ramah lingkungan.

"Wise manajemen baik dan daur ulang uang baik proses dan lainnya. Saya kira enggak ada masalah tapi kemudian mempunyai mekanisme mengelola kemungkinan-kemungkinan terkait masalah lingkungan, AMDAL-nya. Kredit terbuka buat siapa saja," pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini