Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dana Asing yang Masuk RI Hanya Rp50 Triliun, Turun 75%

Dedy Afrianto , Jurnalis-Kamis, 03 Desember 2015 |20:53 WIB
Dana Asing yang Masuk RI Hanya Rp50 Triliun, Turun 75%
(Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Perlambatan ekonomi yang terjadi di tahun 2015 tak hanya berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Arus dana asing atau capital inflow yang masuk ke Indonesia pun juga mengalami penurunan sebesar 75 persen dibandingkan pada tahun 2014.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardjojo, Indonesia seharusnya bersyukur karena masih terdapat arus dana masuk dari luar ke Indonesia. Pasalnya, di tengah perlambatan ekonomi global sulit untuk memastikan besarnya arus dana asing yang masuk ke Indonesia.

"Saat ini arus dana asing yang masuk mencapai Rp50 triliun. Memang jumlah ini menurun dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencapai Rp200 triliun. Tapi ini harus tetap kita syukuri," tutur Agus setelah menandatangani MoU sistem informasi debitur (SID) dengan Otoritas Jasa Keuangan di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

Agus menambahkan, besarnya arus dana asing yang masuk ke Indonesia turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu, meskipun pertumbuhan ekonomi nasional berada di bawah 5 persen, namun setidaknya Indonesia mampu tumbuh lebih baik dibandingkan negara lainnya.

"Bandingkan dengan Brazil yang pertumbuhannya minus. Kita masih tumbuh positif," tuturnya.

Manurut Agus, Indonesia berpotensi untuk capai pertumbuhan sebesar 6,5 persen pada tahun 2018 mendatang. Namun, Indonesia perlu memerhatikan beberapa aspek yang dapat menjadi kesempatan, salah satunya adalah bonus demografi.

"Kita punya bonus demografi. 15 tahun kedepan Indonesia masih punya generasi muda yang produktif dalam jumlah besar. Ini menjadi kesempatan. Bahkan tahun 2017 sampai tahun tahun 2018 kita bisa tumbuh 6 hingga 6,5 persen," tukasnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement