Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menjajaki Gedung Peninggalan Belanda di Pinggir Ibu Kota

Fhirlian Rizqi Utama , Jurnalis-Rabu, 30 Desember 2015 |16:09 WIB
Menjajaki Gedung Peninggalan Belanda di Pinggir Ibu Kota
Foto: Fhirlian/Okezone
A
A
A

Masing-masing lantai memiliki ketinggian 4 meter. Sedangkan atap dari bangunan itu memiliki tingkat kemiringan mencapai 50 persen. Penyangga dari bangunan ini terdiri dari beberapa pilar yang terbuat dari semen cor.

Dinding Gedung Juang 45 diperkirakan memiliki ketebalan 15 cm, terbuat dari batu bata merah. Gedung tersebut dilengkapi dengan 5 unit bangunan lainnya. Satu bangunan berupa rumah tempat tinggal, yang berdiri di sisi kiri bangunan utama serta tiga bangunan paviliun yang satunya berukuran lebih kecil.

Di lantai satu bangunan utama, terdapat satu ruang utama yang berada tepat di belakang tangga utama. Sedangkan empat kamar lainnya terdapat di sisi kiri dan kanan ruang utama. Sebelum pintu utama terdapat sebuah teras yang di batasi dinding berukuran satu meter.

Gedung yang sarat makna dan sejarah ini sudah beberapa kali berubah fungsi. Komite Nasional Indonesia (KNI) untuk dijadikan sebagai Kantor Kabupaten Jatinegara. Pada masa itu, Bekasi dijadikan sebagai daerah front pertahanan, maka gedung tersebut berfungsi juga sebagai Pusat Komando Perjuangan RI dalam menghadapi Tentara Sekutu yang baru selesai perang dunia kedua.

Baru mulai tahun 2000-an, fungsi gedung dikembangkan sebagai pusat kegiatan kepemudaan pemerintah daerah setempat seperti tempat latihan Paskibraka, Bela Diri, bahkan sampai markas dari Pemadam Kebakaran Daerah setempat.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement