Namun sayangnya cita-citanya tersebut seakan terlupakan. Pada saat masih menjadi mahasiswa, Rizal malah lebih tertarik menjadi seorang aktivis. Bahkan dirinya lebih sering menyuarakan kritik-kritiknya terhadap pemerintahan orde baru, ketimbang duduk di kelas.
Bahkan Rizal sempat didaulat menjadi Presiden SEF ITB dan juga sebagai Wakil Ketua Dema ITB dari tahun 1976 hingga 1977. Kemudian pada 1997, Rizal juga sempat mendapatkan kesempatan pertukaran pelajar dengan kampus di Jepang.
"Hanya satu semester di sana. Tapi di sana saya kaget, karena kok bisa si Jepang yang tanahnya tidak subur, tapi bisa kasih makan rakyatnya yang jumlahnya 150 juta lebih. Saya bertanya apa yang salah sama kita, kita kekayaan banyak tapi rakyat miskin," kisahnya.
Sepulangnya dari Jepang, Rizal mempunyai inisiatif mengajak teman-temannya untuk melakukan observasi ke daerah-daerah paling miskin di Indonesia. Kebanyakan dari daerah yang disambanginya merupakan perkampungan nelayan di wilayah pesisir pulau Jawa dan Bali.
Satu daerah yang paling diingatnya adalah di wilayah pantai utara Pati. Di situ dia sempat mendapatkan pengalaman untuk merasakan kehidupan yang sangat memprihatinkan dari salah satu keluarga nelayan.
Rizal diajak nelayan tersebut untuk menangkap ikan pada malam hari. Semalam penuh dia, bersama temannya dan nelayan begadang. Ironisnya mereka hanya membawa bekal satu piring nasi yang dibagikan untuk empat orang. Lauknya pun sederhana hanya potongan bagian kaki kepiting yang paling kecil yang direbus. Pasalnya sisa tubuhnya harus dijual.
"Sampai pagi dingin gemetaran, dapat ikannya hanya setengah ember. Sekarang saya jadi menteri yang ada hubungannya dengan itu, mungkin sudah garis tangan," pungkasnya.
Kendati saat ini, Rizal menjadi menteri yang mengurus tentang kemaritiman, namun dirinya mengaku masih tetap mengangguni sosok Albert Einstein. Dia juga tetap rajin mengoleksi buku, foto dan lukisan tentang sosok ilmuwan dunia ternama tersebut.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.