Budi menambahkan, dengan melihat perhitungan tersebut, maka portfolio saham Freeport hingga berakhirnya kontrak karya pada 2021 tidak sampai USD16,2 miliar seperti yang dikatakan Freeport Indonesia. Jika dihitung, harga 100 persen saham Freeport diperkirakan hanya sekira USD11,6 miliar.
"Kalau 10,64 persen nilainya USD1,7 miliar itu kan USD16,2 miliar. Tapi kalau asetnya sekarang USD9,1 miliar, terus ditambahkan keuntungannya sama USD500 di kali lima kan jadi USD2,5 miliar Jadinya paling USD11,6 miliar," tegas Budi.
Lanjut Budi menjelaskan, penurunan harga saham Freeport ini, lantaran juga didukung anjloknya harga komoditas seperti emas, batu bara. Apalagi, Freeport masuk kedalam konstruksi dan dalam rangka development, sehingga membuat produksinya tuurn.
"Jadi harga yang ditawarkan terlalu mahal. Harusnya dibawah USD1,7 miliar. Seharusnya itu totalnya USD11,6 miliar, bukan USD16,2 miliar," paparnya.
"Makanya pak Rizal Ramli bilang harganya kemahalan, itu dasarnya apa," tukas Budi.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.